Sabtu, 06 Jun 2026 09:09 WIB

Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 12 Mei 2026 15:30 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

jatimnow.com - Dugaan intimidasi terhadap wisatawan mancanegara kembali mencoreng citra pariwisata Jawa Timur. Seorang turis asal China bernama Jinnie dilaporkan menjadi korban arogansi oknum ojek pangkalan (opang) saat hendak menuju kawasan Bromo, Minggu (10/5/2026).

Insiden yang terjadi di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini mendadak viral di media sosial setelah korban mengunggah bukti rekaman video ke akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Peristiwa bermula saat Jinnie memesan jasa transportasi daring (ojek online) melalui aplikasi dengan titik penjemputan di selatan Terminal Probolinggo. Namun, kehadiran pengemudi ojek online tersebut justru memicu reaksi keras dari sejumlah oknum pengemudi setempat. Berdasarkan keterangan korban, ia merasa dipaksa untuk menggunakan jasa transportasi lokal dengan tarif yang jauh lebih mahal.

"Di halte minibus di luar Terminal Probolinggo, sopir bus itu dengan kasar memaki tiga sopir Gojek yang saya panggil. Semuanya dilakukan agar saya naik bus atau ojek mereka yang mahal ke Bromo," tulis Jinnie dalam unggahannya yang telah diterjemahkan, seperti dilihat jatimnow.com, pada Selasa (12/5/2026).

Akibat intimidasi tersebut, pesanan ojek daring dibatalkan. Jinnie mengaku terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer sambil memendam amarah sebelum akhirnya mendapatkan kendaraan lain untuk menuju Desa Jetak, Sukapura.

Jinnie pun kecewa terhadap perilaku oknum tersebut yang dinilai tidak mencerminkan keramahan. Ia juga menyoroti ketakutan yang dialami pengemudi ojek daring akibat ancaman dari oknum di lokasi.

Baca Juga: Wakil Ketua Ansor Jatim Respons Perseteruan Rizieq Shihab dan Dudung

"Saya sangat marah, Saya bisa merasakan pengemudi Gojek itu ketakutan setelah diancam," tegasnya.

Candra Ewin (46), pengemudi ojek daring yang menerima pesanan Jinnie, mengonfirmasi adanya tindakan intimidasi tersebut. Menurutnya, tekanan dari oknum ojek pangkalan sudah terjadi bahkan sebelum kamera ponsel wisatawan tersebut merekam kejadian.

"Awalnya yang diintimidasi itu bulenya (wisatawan). Setelah saya sampai di titik jemput, saya juga dikejar dan diintimidasi oleh oknum opang," ujar Candra dalam sebuah video unggahan di medsos.

Baca Juga: Rugikan Turis Rp108 Juta, Pelaku Pencurian Bromo Segera Disidang

Candra menambahkan bahwa intimidasi tersebut membuat suasana mencekam hingga akhirnya pesanan terpaksa dibatalkan demi keamanan. 

"Setelah kejadian itu, orderan dibatalkan. Wisatawan itu sempat merekam karena merasa terancam," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Muhammad Abas saat dikonfirmasi melalui WhatsApps terkait insiden tersebut masih belum merespon hingga berita ini ditayangkan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.