Jumat, 19 Jun 2026 09:16 WIB

Bupati Anas Paparkan Inovasi Teropong Jiwa ke Kementerian PAN-RB

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Jul 2020 19:06 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan inovasi Teropong Jiwa di hadapan Tim Panelis Kementerian PAN-RB secara virtual
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan inovasi Teropong Jiwa di hadapan Tim Panelis Kementerian PAN-RB secara virtual

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan program inovasi Teropong Jiwa (Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa), Kamis (9/7/2020).

Pemaparan itu disampaikan secara virtual di hadapan tim penilai Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB).

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Sejumlah panelis mengapresiasi program pemulihan dan pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut.

Teropong Jiwa adalah program pemberian terapi kerja bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diinisiasi oleh Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan akan dilatih berbagai ketrampilan kerajinan tangan. Tak hanya berhenti di situ, para ODGJ tersebut lalu disalurkan ke sejumlah tempat kerja.

"Ini yang menarik. Ada intervensi dari pemerintah yang membuat pengusaha mau mempekerjakan ODGJ. Dengan begitu ODGJ yang sudah stabil ini benar-benar bisa berkarya, mengaktualisasikan dirinya," ungkap Perwakilan Stasiun Televisi, Nurjaman Mochtar.

Paparan ini adalah seleksi tahapan pertama menuju Top 45 lomba Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar Kementerian PAN-RB. Sebanyak 99 inovasi terbaik dari 2.000 lebih inovasi se-Indonesia yang masuk, dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh tim panel independen yang ditunjuk Kemenpan-RB.

Tim ini terdiri dari Prof. JB. Kristiadi (Akademisi Universitas Indonesia), Prof. Eko Prasojo (akademisi UI) dan Dadan S Suharmawijaya (anggota Ombudsman RI). Ada juga Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Haris Turino (akademisi), Siti Zuhro (LIPI), Nurjaman Muchtar (Perwakilan Stasiun Televisi) dan Indah Sukmaningsih (YLKI).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Inovasi Teropong Jiwa kini telah direplikasi di seluruh puskesmas di Banyuwangi. Setiap puskesmas menjalankan program terapi okupasi dengan cara yang beda-beda terhadap ODGJ yang ada di wilayah kerjanya. Misalnya ada yang diajak berkebun, juga diajak membikin kripik singkong.

"Ini juga bagus. Inovasi di satu puskesmas sudah berhasil, langsung direplikasi di seluruh puskesmas yang lain. Akhirnya dampaknya bisa dilihat secara nyata di seluruh wilayah," papar Dadan S Suharmawijaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menjelaskan bahwa terapi kerja ini bertujuan agar pasien ODGJ tidak mengalami kekambuhan. Mereka bisa lebih fokus dan tidak mudah emosional dan yang pasti tujuannya agar mereka bisa mandiri ke depan. Program ini berjalan sejak 2017.

Yang spesial dari program ini adalah para ODGJ setelah mendapat ketrampilan, mereka disalurkan ke sejumlah tempat kerja. Ada yang diajak bekerja di UMKM atau diikutkan orangtua asuh.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Orangtua asuh yang dimaksud adalah puskesmas mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah pulih untuk bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut. Program ini khusus bagi ODGJ yang tidak mempunyai keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menyebut, para ODGJ yang telah dibekali keterampilan akan disalurkan ke sejumlah tempat kerja.

Ada yang diajak bekerja di UMKM atau diikutkan orangtua asuh. Yakni keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah stabil untuk tinggal dan diberdayakan dalam keluarga tersebut.

"Yang kerja di UMKM mereka ada yang ikut kerja di industri kue rumahan. Mereka bikin rengginang dan camilan ringan. Kalau orangtua asuh, mereka ada yang diajak bekerja di usaha penggilingan beras. Jadi mereka diberi kesempatan mengaktualisasikan diri untuk meminimalisir kambuh," jelas Rio.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.