Sabtu, 06 Jun 2026 13:59 WIB

Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 28 Apr 2026 13:11 WIB
IPDA Purnomo ketika mengikuti wisuda di Unitomo Surabaya. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
IPDA Purnomo ketika mengikuti wisuda di Unitomo Surabaya. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi IPDA Purnomo, merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa, melainkan strategi spiritual untuk mengetuk pintu langit.

Sosok di balik gerakan "Polisi Belajar Baik" tersebut baru saja menuntaskan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan merayakan kelulusannya di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

Di tengah momentum kebahagiaan itu, ia membagikan rahasia batin yang selama ini menggerakkan langkahnya merangkul kaum marginal.

Purnomo memegang teguh disiplin spiritual yang tak pernah putus. Setiap rampung menunaikan salat fardu, ia rutin merapalkan Surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali. Tak berhenti di situ, ia juga melangitkan doa dari Surat Al-Mu’minun ayat 29.

"Saya tidak meminta dunia kepada Gusti Allah. Permohonan saya sederhana, cukup ditempatkan di tempat yang paling mulia dan diberkati oleh-Nya," ungkap Purnomo.

Pilihannya mendedikasikan hidup bagi ODGJ sering memancing tanya. Mengapa harus mereka yang kerap dianggap sampah masyarakat?

Rupanya, Purnomo memiliki logika ketuhanan yang unik. Ia sengaja mengincar kelompok yang mustahil membalas budi.

"Pasien gangguan jiwa jarang bisa mengucap terima kasih saat ditolong. Justru karena mereka diam, saya yakin Allah sendiri yang akan mengambil alih ucapan terima kasih itu dan membalasnya langsung ke saya," tuturnya dengan nada rendah hati.

Ia percaya, menggantungkan harapan pada apresiasi manusia hanya akan berujung kecewa, sementara balasan Tuhan selalu melampaui ekspektasi.

Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Bahaya Hukum Kedodoran

Namun, jalan sunyi ini tak selamanya mulus. Purnomo mengenang masa-masa sulit saat ego dan ambisi duniawi masih menyertai langkahnya.

Dulu, aksi sosial tersebut sempat tercampur keinginan mendapat pujian atau sekadar memenuhi tuntutan kedinasan. Ketenangan justru menjauh saat ia mengejar penilaian orang lain.

Ujian terberat justru muncul di meja makan sendiri. Sang istri sempat menentang keras keputusan Purnomo membawa ODGJ ke kediaman mereka.

Faktor keamanan dan keselamatan keluarga menjadi alasan utama penolakan tersebut, mengingat karakter ODGJ yang sulit diprediksi, apalagi saat Purnomo harus berdinas malam.

Keteguhan hati sang polisi akhirnya membuahkan hasil. Kini, sang istri berbalik arah menjadi pendukung paling setia.

Baca Juga: ICMI Jatim: Menutup Prodi Tak Relevan Adalah Sesat Pikir Birokrasi

Saat Purnomo menjalankan tugas negara, istrinya yang bertindak sebagai garda terdepan mengurus kebutuhan para pasien selama 24 jam penuh.

Kepada generasi muda, polisi yang kini menyandang gelar Magister Hukum ini menitipkan pesan tentang esensi pengabdian.

Menurutnya, seragam atau profesi mentereng bukan jaminan hidup seseorang akan berkecukupan atau bahagia.

"Allah tidak menjamin kesuksesan hanya karena seseorang memakai seragam polisi atau TNI. Kuncinya ada pada kedisiplinan salat, konsistensi sedekah, dan ketulusan menolong sesama. Jika itu dijaga, Allah yang akan mencukupi segala kebutuhan hidup kita," tutup Purnomo.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.