Kamis, 11 Jun 2026 16:06 WIB

Perjalanan Pasien Positif Corona di Pasuruan hingga Dinyatakan Sembuh

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 21 Apr 2020 15:34 WIB
Sarjono, pasien positif Corona klaster Sukolilo asal Pasuruan yang dinyatakan sembuh.
Sarjono, pasien positif Corona klaster Sukolilo asal Pasuruan yang dinyatakan sembuh.

jatimnow.com - Salah satu pasien positif Virus Corona (Covid-19) Klaster Sukolilo asal Kabupaten Pasuruan dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan sekitar 22 hari di RSUD Bangil. Pasien bernama Achmad Sarjono (50) itu berbagi kisah, Selasa (21/4/2020).

Pria asal Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan ini menyebut, semua orang yang terpapar Covid-19 adalah korban yang harus didukung morilnya. Karena tidak ada satu pun yang mau terpapar Corona.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Kita ini korban, kita tugas negara untuk diklat mendampingi haji (Embarkasi Haji Sukolilo, Surabaya). Ternyata kita kena di situ. Bukan kita ngelencer macem-macem. Kok malah kita dicemooh," jelas Sarjono kepada jatimnow.com.

Ia bercerita, dalam pelatihan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya beberapa waktu lalu itu, Sarjono berangkat bersama 14 orang dengan semangat tanpa kekhawatiran.

Namun 6 hari seusai diklat, terdengar kabar beberapa peserta pelatihan yang berasal dari kota lain dinyatakan positif Covid-19. Kabar itu didengarnya terus menerus sampai ia mendapat informasi jika Klaster Sukolilo penyumbang pasien positif Covid-19 terbanyak di Jawa Timur.

Tak berselang lama, 9 orang termasuk Sarjono diisolasi ke RSUD Bangil. Begitu pula dengan keluarga mereka, yang diminta mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari.

"Kita ya sempat syok. Lah wong penyakitnya mengerikan gitu. Dapat kabar itu, saya berangkat sendiri ke RSUD Bangil pakai mobil saya. Tapi berita yang beredar, saya dijemput polisi sama tentara lah, apa lah," ungkapnya.

Selama menjalani perawatan, ia diisolasi di ruang HCU bersama tiga temannya yang sama-sama dari Klaster Sukolilo. Mereka hanya bisa saling suport satu sama lain.

Mereka saling berbagi cerita lucu agar hati selalu riang dan bahagia. Juga berbagi makanan dalam ruangan kaca itu. Meski begitu, terkadang rasa sedih tiba-tiba menghampiri mereka saat kabar bohong menerpa. Kabar bohong itu menyebut mereka meninggal dunia.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Informasi setiap hari, keluarga telepon, saya dikabarkan mati. Bukan hanya saya, tapi semuanya. Utamanya teman saya yang dari Kecamatan Gempol, sampai keluarganya nangis terus," tambahnya.

Sarjono melanjutkan, ia dan 8 temannya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Jadi 9 orang Klaster Sukolilo ini tidak merasakan sakit apapun selama menjalani perawatan. Namun ditubuh mereka terpapar Virus Corona.

Jadi menurutnya, apabila kondisi tubuh drop akibat stres, Virus Corona langsung menjangkit dan menyerang tubuh.

"Selain vitamin dan obat dari dokter, perjuangan kami melawan Virus Corona ini dengan menghibur diri agar tidak stres," paparnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Berdasarkan pengalamannya itu, Sarjono meminta masyarakat mensuport mental para pasien yang terpapar Corona agar cepat sembuh. Bukan malah mencemooh dan mengkucilkan, sehingga membuat sang korban sulit untuk sembuh.

Kini Sarjono bisa kembali merasakan nyenyaknya tidur di rumah dan menikmati masakan istri. Meski dirinya masih menjalani isolasi mandiri selam 14 hari bersama keluarganya.

"Meski begitu saya setiap malam video call teman-teman saya yang masih diisolasi di RSUD. Agar mereka terus semangat dan mau berolahraga, tidak stres. Biar cepat sembuh," tutupnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.