Sabtu, 06 Jun 2026 21:22 WIB

Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 16 Des 2025 15:49 WIB
AZA didampingi kuasa hukumnya, M. Safriadin Asy Shuhbar, S.H., melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan Kota. (Foto/jatimnow.com)
AZA didampingi kuasa hukumnya, M. Safriadin Asy Shuhbar, S.H., melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan Kota. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah AZA (37), warga Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, menjadi sasaran teror bom molotov sebanyak dua kali pada Minggu (14/12/2025).

Insiden kekerasan ini terjadi di tengah rangkaian ancaman pembunuhan dan intimidasi yang dialami korban sebulan terakhir. AZA didampingi kuasa hukumnya, M. Safriadin Asy Shuhbar, S.H., segera melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan Kota.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Kuasa hukum korban, yang dikenal sebagai Daeng Ompu, menegaskan aksi pelemparan molotov itu bukan kriminal biasa. Ia menyebut kejadian ini adalah ancaman serius terhadap keselamatan kliennya dan keluarga.

Teror terjadi sekitar pukul 13.26 WIB, diduga dilakukan dua orang tak dikenal menggunakan mobil Toyota Calya berwarna abu-abu.

Meskipun ledakan molotov tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan parah, dampaknya menciptakan trauma mendalam bagi AZA dan keluarga. Teror ini memuncak setelah AZA menghadapi serangkaian intimidasi yang dimulai sebulan sebelumnya.

Baca Juga: Cegah Bencana Pesisir, Nestle dan Warga Pasuruan Bangun Perisai Alami

Daeng Ompu menjelaskan, kliennya sebelumnya telah menerima teror berulang, termasuk ancaman pembunuhan, intimidasi langsung, pesan WhatsApp berisi ancaman, hingga fitnah yang merugikan usaha AZA di luar negeri. Pelemparan molotov dinilai sebagai eskalasi dari ancaman-ancaman tersebut.

Polisi langsung mengambil tindakan. Penyidik Polres Pasuruan Kota kini tengah menangani kasus tersebut dan telah mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian. Rekaman menunjukkan pelemparan pertama mengenai teras rumah dan lemparan kedua mengarah ke atap bangunan.

Pihak korban mengapresiasi kecepatan tanggap Polres Pasuruan Kota, yang dinilai sigap menindaklanjuti laporan melalui program Kapolri "110".

Baca Juga: Ustadz Kondang Pasuruan Diduga Terlibat Skandal Nikah Terselubung

Namun, karena adanya ancaman terhadap keselamatan jiwa yang berkelanjutan, AZA melalui kuasa hukumnya berencana mengajukan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Daeng Ompu mendesak kepolisian agar segera mengungkap pelaku dan motif di balik teror tersebut.

"Kami berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif teror ini. Ini ancaman serius. Karena itu, kami akan mengajukan perlindungan keselamatan jiwa ke LPSK," tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.