Jumat, 19 Jun 2026 16:32 WIB

Bau Menyengat dari Makam itu Ternyata Potongan Kaki Manusia

  • Penulis :
  • | Jumat, 04 Mei 2018 14:04 WIB
Lokasi temuan potongan kaki di TPU Pondok Nongko
Lokasi temuan potongan kaki di TPU Pondok Nongko

jatimnow.com - Kabar temuan kardus yang berisikan diduga orok dan mengeluarkan bau menyengat terbantahkan. Yang mengejutkan, sumber bau berasal dari potongan kaki manusia.

Hal ini dipastikan RSUD Blambangan Banyuwangi setelah melakukan pemeriksaan terhadap temuan kaki yang dikubur di dekat kardus tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kapolsek Kabat AKP Supriyadi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, bungkusan kaki  tersebut adalah kaki manusia sebelah kiri yang diamputasi.

"Dari hasil medis luar itu potongan kaki dari lutut ke bawah. Potongan itu begitu sempurna, bahwa potongan itu dilakukan oleh ahli medis kira-kira seperti itu," terang AKP Supriyadi di kamar mayat RSUD Blambangan, Jumat (4/5/2018).

Sebelumnya, kardus tersebut ditemukan di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) oleh Didik Eko Budi, warga Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.  Di dekatnya, ada gundukan yang diduga kuburan orok atau bayi yang dibuang.

Secarik kertas berlogo resmi RS Yasmin Banyuwangi, yang ditemukan di dalam kardus

"Informasi awal memang demikian, diduga orok atau bayi yang dibuang, tetapi setelah diperiksa kami pastikan itu potongan kaki manusia," tegasnya.

Namun hingga saat ini, pihaknya belum dapat memastikan siapa pemilik potongan kaki kiri tersebut dan siapa yang menguburkan di TPU tersebut.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Pemilik kaki sampai saat ini masih dalam lidik. Belum diketahui," kata Kapolsek.

Sementara itu, petugas kamar mayat RSUD Blambangan, Yudi menjelaskan, bahwa usia kaki tersebut dilihat dari darah yang keluar masih berusia 2-3 hari.

Baca juga: Kerja Bakti di Makam, Warga Dihebohkan Temuan Kardus Berbau Menyengat

Menurut Yudi, apabila seseorang melakukan operasi pemotongan (amputasi) salah satu bagian tubuh membutuhkan waktu selama 7 hingga 10 hari perawatan.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Tadi saat diperiksa darahnya masih segar, kira-kira antara 2 atau 3 hari. Dari situ kemungkinan pasien tersebut masih dirawat di rumah sakit," urai Yudi.

Sedangkan dari data yang dihimpun di lapangan, terdapat secarik kertas yang tertempel di dalam kardus dan tercantum logo Rumah Sakit Yasmin yang berada di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.