Sabtu, 13 Jun 2026 03:12 WIB

Mengintip Cara Suku Osing Banyuwangi Memasak Makanan untuk Ritual

Belasan pemuda mengikuti pelatihan cara Suku Osing Banyuwangi memasak makanan untuk ritual
Belasan pemuda mengikuti pelatihan cara Suku Osing Banyuwangi memasak makanan untuk ritual

jatimnow.com - 15 muda-mudi yang tergabung dalam Barisan Pemuda Adat Nusantara (B-PAN) PD Osing Banyuwangi belajar memasak makanan untuk ritual Suku Osing/Using di Lingkungan Cungking, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Program ini diinisiasi oleh Wiwin Indiarti, Dosen Bahasa Inggris Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), yang dibiayai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Wiwin mengatakan, masyarakat Osing tersebar di sejumlah desa di Bumi Blambangan. Osing memiliki ritual dan tradisi masing-masing, termasuk dalam hal memasak makanan untuk ritual.

Ia menjelaskan, masyarakat Osing di daerah Cungking, urusan memasak makanan untuk ritual dilakukan oleh orang yang telah menopause atau perempuan yang bersih dari darah haid untuk mendukung kesakralan sebuah ritual.

Selain itu, bahan makanan ubo rampe atau perlengkapan sesaji untuk ritual harus serba putih. Seperti ayam yang berbulu, berparuh dan berkuku putih. Bahan makanan lain, seperti labu siam, koro, terong juga berwarna putih.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kalau tidak ada bahan makanan yang berwarna putih, diganti dengan bahan yang agak condong ke warna putih, warna hijau. Tanaman-tanaman itu dahulu digunakan leluhur dan tidak ditemukan lagi di Cungking karena alih fungsi lahan atau diganti varietas lain," paparnya, Minggu (24/11/2019).

Tujuan dari pelatihan ini, lanjutnya, agar pelaku adat pemuda mengetahui dan mendapat wawasan lebih luas tradisi para leluhur. Selama pelatihan, seluruh peserta juga dilarang menggunakan alas kaki.

"Cara masaknya pun harus berurutan tidak boleh acak ataupun random. Satu bahan diselesaikan dahulu hingga siap di cuci dan beralih ke bahan berikutnya dan begitu seterusnya. Intinya harus berurutan karena ini memasak makanan untuk ritual. Jadi benar-benar sakral," tuturnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Di Lingkungan Cungking, pemasak makanan untuk ritual hanya ada lima orang dan telah menopause. Mereka ini, kata dia, yang membuat olahan makanan ritual seperti Ritual Amin Pikin dalam pelatihan kali ini.

"Dalam ritual Amin Pikin ini ada tiga jenis masakan yang disiapkan yaitu Tumpeng Serakat, Pecel Pitik dan Ayam Pecakan," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.