Jumat, 19 Jun 2026 14:31 WIB

Helikopter Water Bombing Mulai Padamkan Kebakaran di Pegunungan Ijen

Helikopter water bombing bersiap memadamkan api di Pegunungan Ijen
Helikopter water bombing bersiap memadamkan api di Pegunungan Ijen

jatimnow.com - Helikopter pengebom air atau water bombing diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pegunungan Ijen, Minggu (27/10/19) pagi.

Helikopter Water Bombing ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas pengajuan dari Pemkab Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Etape pertama sudah selesai. Tadi pukul 07.30 Wib naik kemudian pukul 10.20 Wib sudah turun untuk istirahat. Istirahat kapalnya, istirahat orangnya," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram.

Baca juga: 

Untuk air yang digunakan mengebom, lanjut Eka, diambil di sekitar perairan Pantai Watudodol dengan pertimbangan jarak terdekat dari lokasi Karhutla di Gunung Ijen, Gunung Ranti dan kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Etape pertama sudah selesai. Setiap etape ada tujuh pengeboman. Dalam sehari kita lakukan dua etape saja. Itupun kalau kondisi cuaca memungkinkan," jelasnya.

Water bombing ini dilakukan meliputi enam titik kebakaran di Gunung Ijen dan Gunung Ranti. Satu water bombing dilakukan di bagian utara Merapi Ungup-ungup. Pascawater bombing titik api mulai berkurang.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Water bombing ini, menurut Eka, akan dilakukan dengan mengacu masa tanggap darurat karhutla atau sampai dengan 5 November 2019.

"Rencana awal water bombing kita lakukan sampai tanggal 5 November. Tapi kita lihat perkembangannya, kalau besok sudah habis apinya, ya pulang," tandas Eka.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.