Jumat, 19 Jun 2026 06:43 WIB

Ngaku Dihamili Kades di Pasuruan, Wanita asal Sidoarjo Lapor Polisi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 10 Sep 2019 14:06 WIB
KA, wanita muda yang mengaku dihamili Kades Bs saat melapor ke Unit PPA Polres Pasuruan
KA, wanita muda yang mengaku dihamili Kades Bs saat melapor ke Unit PPA Polres Pasuruan

jatimnow.com - Seorang wanita muda berinisial KA, asal Sidoarjo, mengadu ke polisi di Pasuruan, Selasa (10/9/2019). Wanita muda berumur 18 tahun 9 bulan itu mengadukan seorang kepala desa yang disebut telah menghamilinya.

Di depan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan, KA mengaku telah dihamili Bs, salah satu kepala desa di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Pengaduan itu ia lakukan setelah janji sang kepala desa untuk menikahinya tak kunjung terealisasi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Dia janji menikasi saya secara siri. Kami berhubungan badan di salah satu vila di Tretes, pada 23 Agustus 2019 lalu," ungkap KA di Mapolres Pasuruan.

Sebelum berhubungan badan, KA mengungkapkan bila dirinya sering dirayu Bs melalui pesan singkat hingga video call, mulai awal Agustus 2019. Singkat cerita, setelah berhubungan badan sekali tersebut, KA menyebut bahwa Bs sulit diajak berkomunikasi bahkan tidak mau ia temui. Hingga sampai 1 September 2019, KA menyadari bahwa dirinya hamil saat mengeceknya dengan alat tespek.

"Setelah berhubungan itu, saya disanggupi akan diberi uang Rp 1,5 juta untuk kebutuhan berobat adik saya. Namun nyatanya, saya dikasih Rp 750 Ribu. Pakek transfer lagi," paparnya.

Tak hanya itu, KA juga mengaku akan dibelikan perhiasan berupa cincin sebagai pengikat hubungan. Namun janji itu tidak ditepati oleh Kades Bs. Merasa tertipu, KA mengambil keputusan untuk melapor ke Unit PPA Polres Pasuruan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Pengaduan saudari KA kami terima, untuk kemudian dilakukan klarifikasi dalam waktu dekat ini. Kalau nanti tidak memenuhi unsur, akan kami hentikan penanganan penyelidikannya," beber Kanit PPA Polres Pasuruan, Ipda Sunarti.

Sementara, Kades Bs membantah tuduhan KA tersebut. Baginya, KA-lah yang selalu meneleponnya dan mengajaknya bertemu di salah satu vila di kawasan Puncak Tretes, Pasuruan.

Namun, Bs mengakui jika telah berhubungan badan, hanya sekali dengan KA. Meskipun begitu, ia membantah bila pernah berjanji akan menikahi KA dan akan memberikan perhiasan.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

"Tidak benar. Kan ada pengakuan dia mau dibelikan perhiasan, mau dinikahi. Itu mutlak salah, fitnah. Jadi tidak pernah janji-janji, wong namanya booking. Booking aja Rp 500 ribu kok, saya kasih Rp 750 ribu," tegasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.