Kamis, 11 Jun 2026 07:58 WIB

Serunya 21 Pelajar asal Papua Ikut Lomba Agustusan di Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 21 Agu 2019 18:32 WIB
Lomba makan krupuk oleh siswa Papua di Blitar
Lomba makan krupuk oleh siswa Papua di Blitar

jatimnow.com - Sebanyak 21 pelajar asal Papua mengikuti lomba Agustusan yang di gelar di halaman Mapolres Blitar Kota, Rabu (21/82/2019).

Mereka terlihat asyik beradu ketangkasan dalam berbagai lomba yang diadakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 74.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Sarce Bano (17), pelajar SMAN 2 Blitar mengatakan perlombaan yang dilakukan di luar sekolah itu bisa menambah teman. Siswi asal Jayapura ini juga berharap agar situasi di Papua segera kembali kondusif.

"Aku sih berharap (situasi) baik-baik saja. Situasinya kembali seperti semula gitu. Aman-aman aja. Baik-baik saja," kata perempuan dengan panggilan Ace ini.

"Tadi seru. Happy aja. Bisa seneng ngumpul sama temen yang lain. Kaya bisa menambah temen gitu. Tadi lomba balap kelereng, makan kerupuk, sama sungai beracun," imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ap Ane Betho Doga (18). Pemenang lomba makan kerupuk ini mengaku baru pertama kali ikut lomba Agustusan di luar sekolah.

Betho mengaku bisa bersekolah di Blitar setelah mengikuti program afirmasi pendidikan menengah di Jawa Timur.

Betho sudah tiga tahun berada di Blitar dan memiliki kerabat. Kerabat terdekatnya berada di Malang. Selama di Blitar, ia mengaku bersekolah dan bergaul tanpa masalah.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Selama ini kami tinggal disini baik-baik saja. Harapannya semoga kondisi Papua segera baik-baik dan aman-aman saja," tutur siswa kelas VII SMAK Diponegoro, Blitar tersebut.

Di Jawa Timur, ada sembilan wilayah yang menjadi tempat belajar anak Papua dalam program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Sembilan daerah tersebut diantaranya Blitar, Kediri, Malang dan Bojonegoro.

"Ada 21 siswa asal Papua yang belajar di Blitar. Terdiri dari 15 putra dan enam putri. Warga Papua yang tinggal disini (Blitar) semuanya membaur bersama masyarakat dan tidak ada diskriminasi. Itu program dari Pemprov Jatim dan berlangsung empat tahun," jelas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, Trisilo Budi Prasetyo.

Acara Agustusan ini ditutup dengan menyanyikan lagu wajib serta doa bersama.

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Kota Blitar Ditangkap Warga

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengungkapkan, kegiatan itu dilakukan selain untuk memeriahkan HUT RI juga untuk meyakinkan pelajar Papua dapat belajar dengan aman dan nyaman.

"Kami pastikan para pelajar Papua yang sedang belajar di Kota Blitar aman. Kami minta mereka tetap fokus dalam belajar," kata mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya tersebut.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.