ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional
- Penulis : Ali Masduki
- | Kamis, 14 Mei 2026 19:01 WIB
jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember menggelar diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi di tengah polemik pembubaran agenda nonton bareng film tersebut di sejumlah daerah.
Kegiatan yang digelar Departemen Studi Pembangunan ITS bersama Himpunan Mahasiswa Studi Pembangunan (HIMADEV), Rabu (13/5/2026), menjadi ruang diskusi akademik terkait isu konflik agraria dan pembangunan di Papua yang diangkat dalam film tersebut.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Diskusi menghadirkan jurnalis senior, Ambrosius Harto Manumoyoso, serta dosen Studi Pembangunan ITS, Khairun Nisa.
Dalam forum tersebut, ITS menilai film dokumenter dapat menjadi media pembelajaran untuk melatih pola pikir kritis mahasiswa terhadap kebijakan publik dan dinamika pembangunan.
Khairun Nisa atau yang akrab disapa Icha mengatakan setiap kebijakan publik idealnya disusun melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kebijakan tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomis, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral, sosial, budaya, dan keadilan,” ujarnya.
Ia menjelaskan konsep keadilan sosial dapat dilihat melalui tiga dimensi, yakni distribusi, representasi, dan rekognisi.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Menurutnya, film Pesta Babi relevan dijadikan studi kasus untuk mengkaji kebijakan strategis nasional melalui pendekatan tersebut.
Selain itu, Icha mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menegaskan pemanfaatan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.
Sementara itu, Ambrosius Harto Manumoyoso menilai film dokumenter memiliki kekuatan membangun kesadaran publik terhadap suatu persoalan sosial.
“Film dokumenter bersifat investigatif dan menyajikan realitas yang terjadi di lapangan. Provokasi dalam film justru perlu dibaca secara kritis agar masyarakat mampu menentukan sikap,” kata Ambro.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Ia juga menegaskan kampus harus tetap menjadi ruang aman untuk pertukaran ide dan kritik secara akademik tanpa intervensi.
“Segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan berpikir dapat melemahkan marwah akademik,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, ITS menegaskan komitmennya menjaga ruang diskusi terbuka sekaligus mendorong mahasiswa memiliki sensitivitas sosial dalam memahami kebijakan pembangunan di masyarakat.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84541-its-gelar-bedah-film-pesta-babi-di-tengah-polemik-nasional