Sabtu, 06 Jun 2026 06:02 WIB

ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Suasana bedah film di Departemen Studi Pembangunan ITS yang berlangsung dengan tertib. (Foto: Hafidz Ridho for jatimnow.com)
Suasana bedah film di Departemen Studi Pembangunan ITS yang berlangsung dengan tertib. (Foto: Hafidz Ridho for jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember menggelar diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi di tengah polemik pembubaran agenda nonton bareng film tersebut di sejumlah daerah.

Kegiatan yang digelar Departemen Studi Pembangunan ITS bersama Himpunan Mahasiswa Studi Pembangunan (HIMADEV), Rabu (13/5/2026), menjadi ruang diskusi akademik terkait isu konflik agraria dan pembangunan di Papua yang diangkat dalam film tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Diskusi menghadirkan jurnalis senior, Ambrosius Harto Manumoyoso, serta dosen Studi Pembangunan ITS, Khairun Nisa.

Dalam forum tersebut, ITS menilai film dokumenter dapat menjadi media pembelajaran untuk melatih pola pikir kritis mahasiswa terhadap kebijakan publik dan dinamika pembangunan.

Khairun Nisa atau yang akrab disapa Icha mengatakan setiap kebijakan publik idealnya disusun melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

“Kebijakan tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomis, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral, sosial, budaya, dan keadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep keadilan sosial dapat dilihat melalui tiga dimensi, yakni distribusi, representasi, dan rekognisi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurutnya, film Pesta Babi relevan dijadikan studi kasus untuk mengkaji kebijakan strategis nasional melalui pendekatan tersebut.

Selain itu, Icha mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menegaskan pemanfaatan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.

Sementara itu, Ambrosius Harto Manumoyoso menilai film dokumenter memiliki kekuatan membangun kesadaran publik terhadap suatu persoalan sosial.

“Film dokumenter bersifat investigatif dan menyajikan realitas yang terjadi di lapangan. Provokasi dalam film justru perlu dibaca secara kritis agar masyarakat mampu menentukan sikap,” kata Ambro.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ia juga menegaskan kampus harus tetap menjadi ruang aman untuk pertukaran ide dan kritik secara akademik tanpa intervensi.

“Segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan berpikir dapat melemahkan marwah akademik,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, ITS menegaskan komitmennya menjaga ruang diskusi terbuka sekaligus mendorong mahasiswa memiliki sensitivitas sosial dalam memahami kebijakan pembangunan di masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.