Jumat, 19 Jun 2026 19:11 WIB

Kajati dan Bupati Jadi Wali untuk 39 Pasangan Nikah Massal di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 04 Jul 2019 15:46 WIB
Pelaksanaan nikah massal di Kejari Pasuruan
Pelaksanaan nikah massal di Kejari Pasuruan

jatimnow.com - Sebanyak 39 pasangan pengantin mengikuti nikah massal di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/7/2019).

Istimewanya, yang menjadi wali nikah bagi 39 pasangan ini adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta, dan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Tidak sangka jika yang menjadi wali nikah adalah bapak Kajati. Terima kasih, semoga tahun depan ada lagi acara ini dan semakin banyak pesertanya," kata Akhmad Yoyo (34), warga Kabupaten Situbondo yang menikah dengan Ulum Fitri (22), asal Kecamatan Kraton.

Lain lagi dengan Aris Eko Catur (22), yang mempersunting Nurul Mas Widaya (17). Aris mengaku grogi saat Bupati Irsyad Yusuf menjadi wali nikahnya.

"Saya latihan bolak balik sama Pak Penghulu, nderedeg dekat bupati," kata kedua pasangan asal Kecamatan Purwosari berbarengan.

Dari nikah massal ini tercatat pasangan tertua adalah Nawi (69), dan Sumiati (63). Pasangan lanjut usia (lansia) ini mengaku membutuhkan buku nikah untuk mengurus paspor dan visa haji tahun 2020.

"Saya nikah dulu tidak ada buku nikah. Lalu saya disuruh ngurus buku nikah saat ngurus paspor dan visa untuk haji. Akhirnya kami ikut nikah masal," ucap pasangan lansia asal Kecamatan Kejayan yang telah dikaruniai 4 cucu ini.

Kajati Jatim, Sunarta mengatakan kegiatan sosial ini adalah wujud bakti kepada masyarakat dalam Hari Bhakti Adyaksa.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Ini bukan satu-satunya karena banyak kegiatan sosial yang kami selenggarakan. Ini membuktikan jika Kejaksaan adalah bagian dari masyarakat, ditengah masyarakat dan untuk masyarakat," katanya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengapresiasi dan menilai kegiatan nikah massal ini adalah inovasi dan terobosan di bidang sosial kemasyarakatan.

"Terima kasih karena telah difasilitasi. Banyak yang masih nikah siri, terutama yang sepuh. Hal seperti ini sangat tepat untuk membantu masyarakat yang ingin menikah, tapi belum mampu," katanya.

 

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.