Jumat, 19 Jun 2026 19:55 WIB

Wisata Halal di Banyuwangi, Cara Pemkab Menangkap Segmen Perempuan

Wisata halal di Pulau Santen, Banyuwangi/ foto istimewa
Wisata halal di Pulau Santen, Banyuwangi/ foto istimewa

jatimnow.com - Menjadi daerah tujuan wisata (destinasi), Pemkab Banyuwangi mencoba untuk menangkap segmentasi pasar yang diperuntukkan kepada kalangan perempuan.

Konsep wisata halal (halal friendly tourism) itu pernah digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) selaku kepanjangan tangan Pemkab Banyuwangi, yaitu di Pantai Pulau Santen.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kepala Disbudpar Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda menegaskan bahwa konsep itu untuk urusan segmentasi pasar. Sebab di beberapa negara seperti wilayah Timur Tengah, Jepang, Thailand, dan Korea juga menyediakan destinasi seperti itu.

"Ada pasar wisatawan perempuan yang ingin berwisata pantai tanpa campur dengan pria. Sebagai destinasi, kita mencoba menangkap potensi itu," kata Bramuda, Sabtu (29/6/2019).

"Jadi ini murni soal pasar, sama seperti di Timur Tengah, Jepang, Thailand, Korea juga ada segmen-segmen leisure semacam itu dan dikembangkan secara masif. Semuanya bicara segmentasi pasar, tidak ada tendensi yang lain," imbuhnya.

Di Pantai Pulau Santen ini memiliki panjang pantai 750 meter (3/4 km). Sedangkan secara keseluruhan panjang garis pantai di Banyuwangi mencapai 177 km. Jadi, katanya, keberadaan halal friendly tourism ini merupakan langkah pemerintah untuk menangkap peluang.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Jadi ini bukan (soal) maksiat atau tidak maksiat, tapi soal pasar, urusan segmentasi saja. Karena ketika dikembangkan beberapa tahun lalu, memang ada segmen pasar seperti itu," sebutnya.

Ia menjelaskan, bahwa pantai tersebut menempati tanah milik TNI AD. Saat ini sedang dilakukan penataan ulang. Kedepan, pengelolaannya akan melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat sebagai pantai yang berkonsep halal friendly tourism.

Sebelum sempat dikembangkan, kawasan tersebut relatif kumuh. Akses jembatan menuju ke lokasi, lanjutnya, juga belum bagus. Kemudian dilakukan penataan oleh Pemkab, termasuk melatih Pokmas setempat.

Baca Juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

"Kita bicara mekanisme pasar. Bahwa kemudian sekarang pasar kurang meminati, itu adalah mekanisme pasar. Jadi, sekali lagi, ini urusan segmentasi pasar, bukan soal ideologi yang dipelintir sampai akan melakukan arabisasi," ungkapnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.