Minggu, 07 Jun 2026 04:38 WIB

Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel siap beroperasi, membawa konsep wisata alam, staycation, dan pemberdayaan warga Tosari. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel siap beroperasi, membawa konsep wisata alam, staycation, dan pemberdayaan warga Tosari. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel bersiap membuka babak baru pariwisata Bromo. Berlokasi di Tosari, Pasuruan, properti ini tak sekadar menambah jumlah kamar, tetapi menawarkan cara baru menikmati Bromo lebih lama, lebih dekat dengan alam, dan lebih berdampak bagi warga sekitar.

VP Marketing Jambuluwuk Hotels Group, Marchella Purwanaika, mengatakan proyek ini ditargetkan mulai beroperasi akhir Februari hingga Maret setelah menyelesaikan tahap akhir pembangunan.

Baca Juga: Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Kehadiran Jambuluwuk di Bromo, menurutnya, lahir dari keyakinan bahwa kawasan ini telah menjadi destinasi kelas dunia.

“Setiap ke Bromo, kita bertemu wisatawan dari berbagai negara. Jambuluwuk ingin ikut ambil bagian menggerakkan pariwisata di sini, bukan hanya menghadirkan hotel,” ujar Marchella, Jumat (30/1/2026).

Berbeda dari hotel lain di kawasan Bromo, Jambuluwuk mengusung dua konsep sekaligus.

Gedung pertama diisi Poshtel, akomodasi bergaya hostel modern yang dirancang khusus untuk solo traveler dan wisatawan muda.

Kamar dibuat ringkas namun privat, lengkap dengan kamar mandi dalam, serta ruang komunal sebagai pusat interaksi.

“Ini hostel next level. Anak-anak muda bisa menginap sendiri, tapi tetap punya ruang kumpul. Ada biliar, pingpong, karaoke, pantry, sampai vending machine. Suasananya hidup,” kata Marchella.

Sementara itu, area resort menawarkan pengalaman menginap yang menyatu dengan lanskap Tosari. Bukan sekadar tempat tidur dan sarapan, tamu diajak tinggal lebih lama melalui rangkaian aktivitas alam, yakni trekking ringan di jalur pinus, program bertani bersama warga, hingga aktivitas edukatif untuk anak-anak kota yang jarang bersentuhan dengan alam.

Salah satu daya tariknya adalah Aviary terbuka bertingkat, ruang hijau berisi berbagai pohon langka seperti baobab, bodhi, moringa, hingga kamboja fosil. Area ini dirancang fleksibel, mulai dari lokasi sarapan hingga makan malam romantis dengan panorama pegunungan.

Jambuluwuk juga membaca perubahan perilaku wisatawan Bromo. Tren bergeser ke value added tourism, di mana tamu ingin lebih dari sekadar melihat matahari terbit lalu pulang.

“Banyak yang belum tahu daerah sekitar Tosari itu indah. Ada Bukit Premium, jalur-jalur trekking, dan spot foto yang belum ramai. Ini yang ingin kami perkenalkan,” ujarnya.

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026, Momentum Penguatan Budaya dan Harmoni Masyarakat Tengger

Dari sisi fasilitas, Jambuluwuk Bromo menyiapkan konsep staycation penuh. Tersedia kolam renang indoor berpemanas, gym, sauna, spa, lapangan padel dengan latar hutan pinus, bowling mini, hingga amfiteater terbuka.

Anak-anak mendapat area bermain indoor dan outdoor, sementara kebutuhan MICE dilayani ruang pertemuan berkapasitas hingga 150 orang.

Untuk urusan kuliner, Jambuluwuk membuka dua restoran, termasuk Frestro Hillsides, serta menyiapkan menu yang mengangkat rasa lokal seperti ayam bawang dan nasi goreng khas Bromo.

Selama masa pre-opening, harga kamar resort ditawarkan mulai Rp1 juta per malam, dengan harga normal sekitar Rp1,7 juta. Poshtel dibuka dengan tarif promosi mulai Rp600 ribu per malam.

Lebih jauh, proyek ini membawa dampak langsung bagi masyarakat Tosari. Jambuluwuk berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal, menargetkan lebih dari 50 persen karyawan berasal dari sekitar kawasan, disertai pelatihan dasar hingga lanjutan di bidang perhotelan.

Baca Juga: Berikut Nama Sopir Mobil yang Terlibat Kecelakaan di Jalur Bromo Probolinggo

“Kami ingin tetangga ikut tumbuh. Dari petani, UMKM, sampai paguyuban jip. Tamu bisa ikut program warga, beli produk lokal, bahkan pasar dadakan,” kata Marchella.

Kerja sama dengan Paguyuban Jip Tosari juga memungkinkan tamu memesan paket sunrise, sunset, atau sekadar eksplorasi tanpa harus membawa kendaraan sendiri.

Dengan total hampir dua hektare lahan, hotel di Bromo ini menyedikan 80 kamar resort, dan 48 kamar Poshtel, Jambuluwuk Bromo tak hanya membidik keluarga dan korporasi, tetapi juga wisatawan asing.

Target pasar dipatok seimbang antara domestik dan mancanegara, seiring ramainya agenda budaya dan olahraga seperti Yadnya Kasada, Bromo Marathon, hingga Bromo KOM.

“Bromo bukan cuma tempat datang sebentar lalu pergi. Di sini orang bisa tinggal, bernapas, dan pulang dengan cerita,” tutup Marchella.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.