Kamis, 11 Jun 2026 20:39 WIB

Keren, Beras Organik Banyuwangi Tembus Pasar Italia

Beras organik Banyuwangi tembus Pasar Italia
Beras organik Banyuwangi tembus Pasar Italia

jatimnow.com - Beras organik produksi Banyuwangi diekspor perdana ke Italia. Beras asli Banyuwangi ini sebelumnya juga sudah diekspor ke sejumlah negara.

Ekspor perdana tersebut berlangsung di Padepokan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) Sirtanio, Kecamatan Singojuruh, Kamis (21/3/2019). Para petani di sana merupakan merupakan kluster binaan Bank Indonesia (BI) dan Pemkab Banyuwangi. Pelepasan ekspor dilakukan Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Johansyah.

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

Beras yang diekpor itu adalah produksi PT Sirtanio, perusahaan agribisnis Banyuwangi yang digerakkan anak-anak muda. Beras organik yang diekspor adalah Beras Merah Varietas Segobang A3, Beras Hitam Melik A3 dan Beras Sunrise of Java. Varietas-varietas itu telah didaftarkan sebagai padi asli Banyuwangi oleh Dinas Pertanian di Kementerian Pertanian.

"Kami bangga dengan ekspor perdana ini. Ini prestasi petani Banyuwangi. BI mendukung pertanian organik di beberapa daerah, tapi yang berhasil tembus ekspor baru Banyuwangi," kata Difi.

Lanjut Difi, Banyuwangi menjadi contoh bagi pertanian organik karena kesuksesannya. Karena berkat kegigihan kelompok tani di Banyuwangi, Pasar Eropa yang sulit ditembus, bisa dibuka.

Produksi beras organik Sirtanio bersama petani mitranya itu sendiri bisa mencapai 30 ton per bulan di lahan 70 hektar.

"Kami mengambil segmen terkecil yaitu Italia. Kami kirim ke sana 2,8 ton per bulan. Ada tim yang memantau pengelolaan lahan organik khusus ekspor sembari terus kami tingkatkan lahan organik lainnya agar bisa standar ekspor," terang Ketua Kelompok Tani Mendo Sampurno, Samanhudi yang memproduksi beras ekspor itu.

Samanhudi menambahkan, permintaan luar negeri terhadap beras organik Banyuwangi sangat besar. Dari China misalnya, sebesar 60 ton per bulan. Belum lagi dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kapasitas kami terbatas. Jadi ini dipenuhi bertahap. Ke depan, kami terus merangkul petani-petani lainnya," bebernya.

Para petani tersebut awalnya adalah kelompok yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan pertanian organik Dinas Pertanian Banyuwangi. Bersama-sama PT Sirtanio yang dikomandoi Ahmad Tessario, mereka berkolaborasi menjadi badan usaha yang kini menaungi 200 petani organik lokal. Produk mereka juga dibeli berbagai perusahaan makanan raksasa.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut, ekspor perdana ke Italia adalah bukti bahwa beras organik Banyuwangi telah memiliki standar mutu dan kualitas internasional.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Dengan beras organik, petani punya nilai tambah, dapat harga lebih baik dibanding beras biasa," ungkapnya.

Saat ini pengembangan beras organik Banyuwangi dilakukan di 9 kecamatan dengan lahan seluas 81,49 hektar dengan mampu memproduksi 515,5 ton per tahun. 7 dari 9 kecamatan itu telah mendapatkan sertifikat pertanian organik Standar Nasional Indonesia (SNI). Sedangkan dua lainnya dalam proses.

"Lewat APBD, kita akan kembangkan tambahan sekitar 120 hektar lahan padi organik bersama petani, sehingga pertengahan tahun depan sudah ada 200 hektar lahan padi organik untuk memenuhi permintaan ekspor yang tinggi," sambungnya.

Untuk pengembangan pertanian organik, Pemkab Banyuwangi melakukan pelatihan agen hayati, pengembangan laboratorium mini agen hayati hingga fasilitasi sertifikasi nasional dan internasional organik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.