Kamis, 11 Jun 2026 10:56 WIB

Napak Tilas Puputan Bayu, Cara Banyuwangi Peringati Hari Jadi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas peserta Napak Tilas Puputan Bayu
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas peserta Napak Tilas Puputan Bayu

jatimnow.com - Peristiwa Puputan Bayu menjadi awal berdirinya Kabupaten Banyuwangi. Mengenang peristiwa tahun 1771-1772 tersebut, ratusan warga mengikuti Napak Tilas Puputan Bayu di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Minggu (16/12/2018).

Ratusan warga ini berjalan dengan mengikuti jejak para pahlawan. Diantara ratusan warga, nampak hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran SKPD. Anas berbaur dengan warga dengan berjalan hingga Wana Wisata Rowo Bayu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Anas mengajak masyarakat untuk memaknai napak tilas Puputan Bayu sebagai spirit bagi warga Banyuwangi untuk memperjuangkan kemajuan Banyuwangi di masa depan. "Dulu para pahlawan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini tugas kita yaitu memperjuangkan kemajuan Banyuwangi," ungkapnya.

Napak tilas itu, tambah Anas, ibarat penghubung antara masa lalu, masa kini dan masa depan. "Jangan lupakan sejarah. Hal-hal di masa lalu yang bagus, terus kita kembangkan. Program masa lalu yang bagus ditambah dengan program inovasi di masa kini, akan membuat Banyuwangi berkembang menjadi lebih baik," sambungnya.

Menurut Anas, tahun 2018 juga menjadi tahun yang sangat spesial. bagi Banyuwangi setelah ditetapkannya sebagai Kabupaten Paling Inovatif di Indonesia. Salah satu hadiahnya yaitu penerbangan Internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Masih banyak pula prestasi lain yang berhasil Banyuwangi sejak awal tahun kemarin. Untuk itu, napak tilas ini harus kita jadikan momen untuk terus berkarya bagi Banyuwangi," pinta Anas.

Sementara itu, Rowo Bayu sebagai tempat napak tilas dipilih karena pada tahun 1771 hingga 1772, tempat itu menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Blambangan yang dipimpin Pangeran Rempeg Jogopati, Patih Jaga Lara, Sayu Wiwit mempertahankan tanah airnya dari gempuran penjajah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jalan Kaki, Ada Komando Keselamatan Bangsa di Balik Isyaroh NU

Bangsa Belanda meyakini perang ini sebagai perang yang paling kejam dan meminta banyak korban jiwa. Rangkaian perjuangan itulah yang kemudian menjadi momentum lahirnya Kabupaten Banyuwangi, tepatnya pada 18 Desember 1771.

Berdasarkan cerita tersebut, DPRD Banyuwangi pada sidangnya tanggal 9 Mei 1995 secara aklamasi menetapkan 18 Desember sebagai hari jadi Banyuwangi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.