Jumat, 19 Jun 2026 11:13 WIB

Ini Dia Festival Sumping Kopi Pait di Kaki Gunung Ijen Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Festival Sumping Kopi Pait di Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Festival Sumping Kopi Pait di Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi

jatimnow.com - Tradisi lokal di Banyuwangi kembali diangkat dalam sebuah festival. Seperti Festival Sumping Kopi Pait yang digelar di Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (15/12/2018).

Festival ini menyuguhkan jajanan khas Desa Jelun, yakni sumping. Sumping adalah jajanan yang terbuat dari tepung beras, yang biasa dikenal dengan kue nagasari. Bedanya, warga Jelun membuat kue sumping ini dengan berbagai varian isi, mulai dari pisang, kacang hijau, ketela manis hingga ketela pohon.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Festival yang baru pertama kali digelar ini dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Festival ini menjadi tontotan baru bagi masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke Banyuwangi untuk berakhir pekan.

Anas menyampaikan, festival yang mengangkat tradisi lokal ini terus digalakkan dan dikembangkan. Selain untuk melestarikan tradisi, juga bisa menjadi perekat gotong royong warga.

"Saya bangga dengan masyarakat di sini yang bisa memanfaatkan potensi yang ada menjadi sebuah festival yang menarik. Ini bisa terus menjadi contoh desa-desa lain," kata Anas.

Ditambahkan Anas, festival yang berangkat dari potensi warga setempat ini, diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Jika dikembangkan, festival ini bisa menjadi alternatif wisata kuliner tradisional baru di Banyuwangi. Apalagi Desa Jelun berada di kaki Gunung Ijen dengan udara segar dan daerahnya masih alami. Pasti menarik untuk wisatawan," tambah Anas.

Jajanan sumping itu sendiri biasanya disuguhkan saat hajatan atau lebaran saja. Tapi dalam festival ini, warga setempat mengenalkan cara menikmati kue sumping ala Desa Jelun. Kudapan sumping dinikmati bareng secangkir kopi hitam yang rasanya pahit. Makanya, festival ini diberi nama Festival Sumping Kopi Pait.

"Bila ingin kopi yang rasanya manis, kita menawarkan gula aren untuk pemanisnya. Bukan gula putih, karena gula aren adalah khas desa kami," sambung Nasrudin Sarkawi, tokoh masyarakat Desa Jelun.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Di festival ini juga bisa ditemukan aneka makanan khas Desa Jelun lainnya. Antara lain nasi keruk, pecelan, urap-urap, semanggi kukus, pepesan belut hingga semur jengkol. Tak hanya itu, jajanan lainnya seperti cenil, cendol, rujak kecut dan buah-buahan juga disajikan.

Festival Sumping ini berlangsung Jumat (14/12/2018) kemarin hingga Minggu (16/12/2018) mulai pukul 08.00 sampai 22.00 Wib.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.