Minggu, 21 Jun 2026 05:35 WIB

Budaya Berbagai Suku Meriahkan Festival Kuwung Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Minggu, 09 Des 2018 08:17 WIB
Festival Kuwung Banyuwangi
Festival Kuwung Banyuwangi

jatimnow.com - Festival Kuwung kembali digelar di Banyuwangi. Berbagai seni budaya dari beberapa daerah dan suku tampil dalam festival tertua di Banyuwangi ini.

Festival yang berlangsung Sabtu (8/12/2018) malam itu, dibuka Bupati Banyuwagi Abdullah Azwar Anas. Festival Pelangi (Kuwung) ini, menampilkan budaya Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) hingga budaya dari berbagai berbagai daerah yang menunjukkan hibriditas budaya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurut Anas, hibriditas kebudayaan tersebut sebagai bentuk inklusivitas warga Banyuwangi. "Orang Banyuwangi tidak anti keanekaragaman, baik suku, agama, maupun budaya. Keanekaragaman itu mampu diolah menjadi modal sosial dalam memajukan daerah,” ujarnya.

Kreativitas dan keterbukaan tersebut, lanjut Anas, menjadi watak dasar warga Banyuwangi yang menjadikannya individu yang inovatif. "Spirit inovasi inilah yang terus kita bangun dalam menata Banyuwangi ke depan," ungkapnya.

Kebudayaan Banyuwangi tak hanya berangkat dari cipta karsa Suku Osing. Perjumpaannya dengan seni budaya dari daerah lain menjadikannya lebih beragam. Proses adaptasi dan inovasi dari perjumpaan kebudayaan tersebut menumbuhkan tradisi seni budaya baru seperti yang tersaji dalam festival ini.

Seperti koreografi bertema "Teji Setro Asnawi". Tari yang dibawakan para seniman dari Kecamatan Bangorejo dan sekitarnya itu mengisahkan tumbuhnya seni jaranan di Banyuwangi. Digambarkan, tokoh bernama Asnawi yang merupakan pendatang dari wilayah Mataraman (Jawa Timur bagian barat) mengembangkan seni jaranan dan reog ke Banyuwangi. Jaranan pun berkembang dengan cita rasanya tersendiri karena telah terpaut dengan unsur seni Blambangan, kerajaan awal mula Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Ada juga sendratari berjudul "Paseban Agung Kedhaton Manikjingga". Fragmen ini mengisahkan perkembangan seni janger Banyuwangi. Sentuhan kebudayaan Bali dalam pertunjukkan tersebut tak lain berangkat dari kreativitas Mbah Darji dari Banyuwangi dalam mengadaptasi seni Arja dan Ande-Ande Lumut dari pulau seberang tersebut.

Tidak hanya itu, unsur islami juga terasa kuat dikemas dalam kesenian di Banyuwangi. "Jelujur kundaran" yang ditampilkan oleh Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya menyiratkan tradisi para santri di Banyuwangi.

Sementara seni budaya Suku Osing terwakili dalam sendratari "barong ider bumi" dan "meras gandrung" juga turut ditampilkan. Dua kesenian tersebut merupakan ritus kebudayaan yang bernilai spritualistik.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Ditambahkan Anas, berbagai festival yang konsisten dikembangkan Banyuwangi ini sebagai upaya untuk memperkuat modal sosial warga Banyuwangi. Festival yang dibuat Banyuwangi merupakan hasil kerja bareng semua warga Banyuwangi yang melibatkan semua kalangan dari berbagai profesi.

"Festival ini mempersatukan rakyat, membaurkan warga dari lintas suku, lintas agama. Budayawan bersama pemkab dan tentunya melibatkan dan didukung warga bersama-sama menyajikan beragam event dalam Banyuwangi Festival. Festival adalah rajutan penting bagi perkembangan Banyuwangi," jelas Anas.

Festival ini juga dimeriahkan oleh duta kebudayaan daerah lain seperti Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jembrana. Ribuan penonton antusias sepanjang rute dari depan kantor Bupati Banyuwangi hingga Gesibu Blambangan. Hujan yang sempat mengguyur tak menyurutkan ribuan penonton yang memadati rute sejauh 2,5 KM tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.