Senin, 22 Jun 2026 13:53 WIB

Petugas Gabungan Gelar Simulasi Penanganan Bencana Erupsi Gunung Kelud

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 16 Nov 2018 13:41 WIB
Petugas gabungan saat latihan evakuasi penanganan bencana erupsi Gunung Kelud
Petugas gabungan saat latihan evakuasi penanganan bencana erupsi Gunung Kelud

jatimnow.com - Ratusan personel TNI, Polri, Pemkab Blitar dan sejumlah lembaga kemanusian mengikuti latihan penanggulangan bencana erupsi Gunung Kelud yang terpusat di Lapangan Tawang Sari, Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (16/11/2018).

Ada 600 personel yang terlibat dalam simulasi ini. Skenario latihan yang digunakan dibagi menjadi tiga bagian. Meliputi sebelum, saat dan sesudah Gunung Kelud mengalami erupsi.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

"Latihan ini sangat penting. Selain untuk meningkatkan sinergitas TNI, Polri dan instansi pemerintah, kegiatan ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang bahaya letusan Gunung Kelud," kata Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf. Kris Bianto, yang bertindak sebagai Komandan Satgas Pasukan Reaksi Cepat (PRC) Penanggulangan Bencana (PB).

Simulasi itu diawali dengan koordinasi di Makodim 0808/Blitar, dan berlanjut hingga proses evakuasi ketika Gunung Kelud meletus.

Pasukan kemudian merapat ke lokasi dan mengarahkan warga untuk mengungsi ke daerah aman.

Dalam simulasi ini, tampak petugas menggotong seorang lansia serta beberapa masyarakat yang dievakuasi ke tempat yang aman.

Baca Juga: Melihat Tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud, Sajikan Hasil Bumi di Kawah

Instansi lainnya terlihat begitu sigap membantu proses evakuasi sesuai tugas termasuk menyiapkan tenda dan penanganan medis lanjutan.

"Ada empat kecamatan yang memiliki pemahaman kurang. Yakni di Kecamatan Ponggok, Nglegok, Gandusari, Garum. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman bila terjadi bencana Gunung Kelud meletus," ungkap Kris Bianto.

Peningkatan pemahaman erupsi Gunung Kelud pada masyarakat di empat daerah itu secara intensif dilakukan TNI melalui Babinsa disetiap desa. Simulasi ini ditutup dengan evaluasi oleh Kodam V Brawijaya.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Ini merupakan salah satu latihan Operasi Selain Perang (OSP) sesuai amanat Undang-undang TNI No. 34 tahun 2004. Mau tidak mau, siap tidak siap kalau ada musibah harus sigap. Dan Alhamdulillah, kerjasama antar lembaga di Jawa Timur cukup baik," imbuh Staff Ahli Pangdam V/Brw, Kolonel Inf. Bambang Sudarmanto.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.