Selasa, 23 Jun 2026 16:20 WIB

Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 17 Jun 2026 09:30 WIB
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban dari tebing batu. (Foto: BPBD Blitar for jatimnow.com)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban dari tebing batu. (Foto: BPBD Blitar for jatimnow.com)

jatimnow.com – Setelah enam hari pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah M (9), santriwati asal Kabupaten Kediri yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Korban ditemukan Selasa (16/6/2026) sore di area tebing.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 14.51 WIB di area tebing Pantai Umbulwaru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung. Lokasi penemuan berjarak sekitar 4 kilometer dari titik awal kejadian di Pantai Pangi.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

“Korban ditemukan di sela-sela batu karang dalam kondisi meninggal dunia. Setelah ditemukan, tim langsung melakukan koordinasi untuk proses evakuasi,” ujar Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan lokasi berada di bawah tebing. Petugas harus menggunakan tali dan alat bantu bambu untuk mengangkat jenazah ke atas dengan hati-hati.

“Medannya ekstrem, sehingga evakuasi membutuhkan tenaga ekstra. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Mardi Waluyo,” jelasnya.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup setelah berlangsung selama enam hari. Wahyudi menyebut, sebelumnya tim gabungan telah mempertimbangkan evaluasi jika korban belum ditemukan hingga hari ketujuh.

“Namun pada hari keenam korban berhasil ditemukan, sehingga operasi pencarian dinyatakan selesai,” katanya.

Peristiwa ini bermula saat rombongan santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, melakukan kegiatan wisata edukasi (outing class) di Pantai Pangi pada Kamis (11/6/2026). Saat tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, sejumlah santri bermain di area tebing pantai. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret tiga santri.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Dua santri berhasil selamat setelah berusaha menyelamatkan diri dan mendapat pertolongan warga serta nelayan setempat. Sementara satu santri lainnya, M hilang terseret ombak. 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di wilayah dengan karakter ombak besar seperti pesisir selatan.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.