Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Senin, 22 Jun 2026 10:39 WIB
jatimnow.com – Nasib nahas menimpa dua pengendara sepeda motor asal Kabupaten Nganjuk. Keduanya ditemukan tewas tenggelam usai motor yang mereka kendarai hilang kendali dan terjun ke Waduk Kalimati, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (21/6/2026) malam.
Setelah semalaman melakukan upaya pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi kedua jasad korban dari dasar waduk pada Senin (22/6/2026) dini hari.
Baca Juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., merinci penemuan kedua jasad tersebut. Korban pertama dievakuasi pada pukul 04.01 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim INAFIS Polresta Sidoarjo, identitas korban diketahui bernama Brian Yoga A. (31), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk.
Berselang sembilan menit kemudian, tepatnya pada pukul 04.10 WIB, korban kedua menyusul ditemukan. Identitasnya terungkap dari dompet yang berada di saku celananya, yakni Matori (38), warga Dusun Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi
"Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan membawa kedua korban menuju RS Anwar Medika Krian. Operasi SAR di Waduk Kalimati Sidoarjo resmi ditutup dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian," kata Nanang.
Insiden maut ini bermula dari laporan warga setempat pada Minggu malam. Sejumlah saksi mata melihat sebuah sepeda motor melaju dengan sangat kencang ke arah waduk. Pengendara diduga tidak mampu menguasai laju kendaraannya hingga akhirnya bablas tercebur ke dalam perairan.
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya langsung menerjunkan satu tim rescue ke lokasi. Dalam proses evakuasinya, tim gabungan terlebih dahulu mengangkat bangkai sepeda motor milik korban dari dasar waduk.
Untuk menemukan keberadaan jasad korban yang tenggelam, petugas menerapkan teknik penyisiran rantai manusia (human chain). Melalui metode ini, para personel SAR berbaris sejajar di dalam air, saling berpegangan tangan atau menggunakan tali, lalu menyisir area dasar perairan secara bersama-sama.
Editor : Dadang Kurnia