Senin, 15 Jun 2026 06:05 WIB

Balai BKSDA Jatim Lepasliarkan 10 Ekor Rusa Timorensis di Mojokerto

Rusa Timorensis saat sebelum dilepasliarkan./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.
Rusa Timorensis saat sebelum dilepasliarkan./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.

jatimnow.com - Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2018, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (Balai BKSDA) Jawa Timur melepasliarkan rusa jenis timorensis.

Pelepasliaran satwa asli Indonesia yang dilindungi ini dilakukan di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pacet, Mojokerto, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Sedikitnya sepuluh ekor rusa timor hasil dari penangkaran yang dilakukan Balai BKSDA Jatim yang bekerjasama dengan Pertamina EP Asset 4 Cepu di Perum Perhutani KPH Parengan. Kegiatan penangkaran ini dilakukan sejak 2013 lalu.

Kepala Balai BKSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi mengatakan, sepuluh ekor rusa timor ini terdiri dari lima ekor rusa jantan dan lima ekor rusa betina.

Rinciannya, empat ekor rusa merupakan hasil penangkaran kerjasama Perum Perhutani KPH Parengan dengan Pertamina EP Asset 4 Cepu.

Empat ekor rusa hasil dari pengembangbiakan lembaga konservasi Taman Satwa Sengkaling, Malang dan dua ekor rusa hasil penangkaran Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, UPT Pengelolaan Wilayah Hutan (PWH) Nganjuk di Nganjuk, Jawa Timur.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

“Pelepasan ini berdasarkan Pasal 71 Peraturan Menteri Kehutanan nomor: P.19/Menhut-II/2005. Setiap penangkar yang melakukan penangkaran wajib melakukan pengembalian ke habitat alaminya spesimen tumbuhan dan satwa hasil penangkaran dari jenis yang dilindungi yang telah memenuhi standar kualifikasi penangkaran sedikitnya 10 persen dari hasil penangkaran,” ujarnya.

Nandang menjelaskan, pemilihan lokasi pelepasliaran rusa timorensis ini sudah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya yakni, lokasi pelepasliaran telah sesuai dengan habitat alami rusa tersebut.

“Kami akan melakukan monitoring setelah merilis rusa ini hingga Desember nanti. Setelah itu, monitoring akan kembali kami serahkan kepada pemilik wilayah, yakni Tahura Raden Soerjo,” tambahnya.

Baca Juga: Disnakeswan Tulungagung Pantau Kondisi Rusa di Pendopo, Ini Hasilnya

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.