Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 02 Mei 2026 22:40 WIB
jatimnow.com - Pentas ludruk besutan akan digelar di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto pada Kamis (7/5/2026). Pertunjukan bertajuk “Batu Batu Bersuara” tersebut mengangkat persoalan situs sejarah dan aktivitas pertambangan batu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Mojokerto.
Agenda yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian tur “Besut Jajah Deso Milangkori” karya seniman Meimura.
Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?
Setelah berkeliling di empat kota, panggung kampus dipilih untuk menjangkau mahasiswa dan memperkenalkan kembali seni tradisi dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda.
Meimura, yang memiliki nama asli Meijono, memadukan gaya teater modern dengan tradisi ludruk melalui format Besutan. Ia tampil sebagai aktor tunggal dengan pendekatan spontan, penuh humor, sekaligus sarat kritik sosial.
“Saya ingin mengajak anak muda mencintai ludruk dan ikut mengembangkan tanpa harus bergantung pada biaya besar,” ujarnya.
Dalam konsep ludruk garingan, pertunjukan tidak membutuhkan panggung megah maupun iringan gamelan. Format tersebut memungkinkan pentas digelar di berbagai ruang, termasuk lingkungan kampus, dengan pendekatan yang cair dan improvisatif.
Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim
Isu yang diangkat berangkat dari realitas lokal Mojokerto. Batu yang selama ini digunakan masyarakat sebagai umpak rumah, cowek, hingga bahan akik, menjadi pintu masuk cerita. Konflik muncul dari perdebatan dua tokoh, Sumo Gambar dan Man Jamino, yang bekerja sebagai penambang pasir dan batu.
Keduanya digambarkan mulai menyadari dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan serta ancaman terhadap situs bersejarah. Kesadaran itu justru memunculkan dilema, karena sumber penghasilan mereka ikut terancam.
Cerita berkembang dari satu persoalan menjadi beragam tafsir. Ada yang melihat batu sebagai warisan masa lalu, sementara yang lain memandangnya sebagai komoditas ekonomi. Ketegangan itulah yang menjadi inti dramatik pertunjukan.
Baca Juga: Bangunan Sakti Itu Bernama Balai Pemuda Surabaya
Selain tampil solo, Meimura juga menggandeng dua aktor lokal Mojokerto, Kukun Triyoga dan Taufik, untuk memperkuat dinamika panggung. Keduanya memerankan tokoh yang terlibat dalam konflik utama cerita.
Usai pementasan, acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan Ketua FPK Jatim Ki Bagong Sinukarto dan akademisi UNIM Mojokerto Achmad Fatony. Diskusi dipandu Henri Nurcahyo.
Melalui pentas ini, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga arena dialog budaya. Mahasiswa diajak melihat seni tradisi sebagai medium yang masih relevan untuk membaca persoalan sosial hari ini, termasuk isu lingkungan dan pelestarian situs sejarah di Mojokerto.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84218-angkat-isu-situs-ludruk-besutan-bakal-masuk-kampus-unim-mojokerto