Sabtu, 06 Jun 2026 09:00 WIB

Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Pentas Besutan digelar pada Kamis pagi (7/5) pukul 10.00 WIB di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto. (Foto: Meimura for jatimnow.com)
Pentas Besutan digelar pada Kamis pagi (7/5) pukul 10.00 WIB di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto. (Foto: Meimura for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pentas ludruk besutan akan digelar di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto pada Kamis (7/5/2026). Pertunjukan bertajuk “Batu Batu Bersuara” tersebut mengangkat persoalan situs sejarah dan aktivitas pertambangan batu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Mojokerto.

Agenda yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian tur “Besut Jajah Deso Milangkori” karya seniman Meimura.

Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?

Setelah berkeliling di empat kota, panggung kampus dipilih untuk menjangkau mahasiswa dan memperkenalkan kembali seni tradisi dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda.

Meimura, yang memiliki nama asli Meijono, memadukan gaya teater modern dengan tradisi ludruk melalui format Besutan. Ia tampil sebagai aktor tunggal dengan pendekatan spontan, penuh humor, sekaligus sarat kritik sosial.

“Saya ingin mengajak anak muda mencintai ludruk dan ikut mengembangkan tanpa harus bergantung pada biaya besar,” ujarnya.

Dalam konsep ludruk garingan, pertunjukan tidak membutuhkan panggung megah maupun iringan gamelan. Format tersebut memungkinkan pentas digelar di berbagai ruang, termasuk lingkungan kampus, dengan pendekatan yang cair dan improvisatif.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Isu yang diangkat berangkat dari realitas lokal Mojokerto. Batu yang selama ini digunakan masyarakat sebagai umpak rumah, cowek, hingga bahan akik, menjadi pintu masuk cerita. Konflik muncul dari perdebatan dua tokoh, Sumo Gambar dan Man Jamino, yang bekerja sebagai penambang pasir dan batu.

Keduanya digambarkan mulai menyadari dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan serta ancaman terhadap situs bersejarah. Kesadaran itu justru memunculkan dilema, karena sumber penghasilan mereka ikut terancam.

Cerita berkembang dari satu persoalan menjadi beragam tafsir. Ada yang melihat batu sebagai warisan masa lalu, sementara yang lain memandangnya sebagai komoditas ekonomi. Ketegangan itulah yang menjadi inti dramatik pertunjukan.

Baca Juga: Bangunan Sakti Itu Bernama Balai Pemuda Surabaya

Selain tampil solo, Meimura juga menggandeng dua aktor lokal Mojokerto, Kukun Triyoga dan Taufik, untuk memperkuat dinamika panggung. Keduanya memerankan tokoh yang terlibat dalam konflik utama cerita.

Usai pementasan, acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan Ketua FPK Jatim Ki Bagong Sinukarto dan akademisi UNIM Mojokerto Achmad Fatony. Diskusi dipandu Henri Nurcahyo.

Melalui pentas ini, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga arena dialog budaya. Mahasiswa diajak melihat seni tradisi sebagai medium yang masih relevan untuk membaca persoalan sosial hari ini, termasuk isu lingkungan dan pelestarian situs sejarah di Mojokerto.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.