Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 09 Jun 2026 10:12 WIB
jatimnow.com - Kesenian Besutan asal Jawa Timur akan tampil dalam Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan (LISAN XIII) yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 5-8 Agustus 2026.
Kehadiran Besutan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan salah satu akar kesenian ludruk yang kini menghadapi tantangan regenerasi dan perubahan zaman.
Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026
Undangan tampil diterima oleh Meimura, pegiat budaya yang selama beberapa waktu terakhir aktif menggelar gerakan "Jelajah Deso Milangkori" untuk mengenalkan kembali Besutan kepada masyarakat.
"Saya merasa terhormat mendapatkan kesempatan tampil dalam forum bergengsi ini atas undangan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat, Ibu Pudentia MPSS," ujar Meimura, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, keikutsertaan tersebut dilakukan secara mandiri. Panitia hanya menanggung biaya registrasi kegiatan dan konsumsi selama acara berlangsung, sementara biaya perjalanan Surabaya-Jakarta serta akomodasi selama berada di ibu kota harus dipenuhi sendiri.
Besutan dikenal sebagai bentuk kesenian tutur yang menjadi cikal bakal lahirnya ludruk. Berbeda dengan pertunjukan ludruk yang membutuhkan lebih banyak pemain dan perangkat pendukung, Besutan hadir dalam format yang lebih sederhana sehingga mudah dibawa dan dipentaskan di berbagai ruang masyarakat.
Kondisi ludruk yang semakin jarang tampil di tengah masyarakat menjadi alasan mengapa sejumlah pegiat budaya mendorong kebangkitan Besutan.
Selain sama-sama telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, keduanya memiliki hubungan historis yang tidak terpisahkan dalam perjalanan seni pertunjukan Jawa Timur.
Wakil Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Jawa Timur, Henri Nurcahyo, menilai kehadiran Besutan di forum internasional memiliki nilai strategis untuk memperluas perhatian publik terhadap nasib ludruk.
Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?
"Forum ini dapat menjadi ruang untuk mengingatkan banyak pihak bahwa ludruk sedang menghadapi tantangan serius. Besutan menawarkan jalan alternatif agar semangat dan nilai-nilai ludruk tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," kata Henri.
Dalam rangkaian seminar, Henri juga dijadwalkan mempresentasikan makalah berjudul "Menyalakan Api Ludruk Melalui Besutan" yang mengulas peran kesenian tersebut dalam menjaga keberlanjutan ludruk di era modern.
Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Tradisi Lisan di berbagai daerah Indonesia.
Sejumlah kota seperti Wakatobi, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Makassar, Manado, Mataram, hingga Jakarta pernah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun ini, tema yang diangkat adalah "Peranan Tradisi Lisan sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam Merawat Kemanusiaan, Alam dan Kehidupan dari Masa Lalu ke Masa Depan".
Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim
Peserta festival dijadwalkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara seperti Singapura dan India.
ATL sendiri merupakan organisasi pemerhati tradisi lisan yang telah memperoleh akreditasi UNESCO sejak 2011.
Sejak berdiri pada 1993, organisasi tersebut aktif melakukan penelitian, pendampingan masyarakat, pendidikan kebudayaan, hingga berbagai program pelestarian tradisi lisan di Indonesia.
Melalui panggung LISAN XIII, Besutan tidak hanya tampil sebagai pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan bahwa warisan budaya lokal masih memiliki ruang untuk tumbuh dan menemukan audiens baru di tengah perubahan zaman.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-85137-besutan-melangkah-ke-jakarta-bawa-misi-menyelamatkan-ludruk