Senin, 22 Jun 2026 22:11 WIB

Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Mahasiswa FIK Ubaya melenggang di runway Asian Student Fashion Week 2026. Karya berbasis budaya dan keberlanjutan mengantarkan mereka meraih tiga penghargaan dalam kompetisi tingkat Asia. (Foto: Dok. Ubaya)
Mahasiswa FIK Ubaya melenggang di runway Asian Student Fashion Week 2026. Karya berbasis budaya dan keberlanjutan mengantarkan mereka meraih tiga penghargaan dalam kompetisi tingkat Asia. (Foto: Dok. Ubaya)

jatimnow.com - Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK) Universitas Surabaya (Ubaya) mencatat prestasi membanggakan di ajang Asian Student Fashion Week 2026. Mereka berhasil membawa pulang tiga penghargaan dari kompetisi fesyen tingkat internasional yang digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang pada 9-10 Mei 2026.

Pencapaian tersebut menempatkan mahasiswa Ubaya di antara peserta dari berbagai negara Asia yang turut ambil bagian dalam kompetisi tahunan tersebut.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Tim Ubaya meraih kemenangan di tiga kategori berbeda. Johan Febriawan Sanjaya dan Jhuneva Maydeline berhasil menjadi juara pertama pada kategori Fashion Styling Competition.

Sementara Kennetha Audrey Santosa, Luanne Evelyn, dan Novelia Alinda Putri meraih juara kedua dalam Upcycling Competition. Adapun Carlene Ivory Hinson menempati posisi ketiga pada kategori Fashion Design Competition.

Johan mengaku mengusung konsep yang menggabungkan gaya modern dengan kekayaan wastra Nusantara dalam karya yang membawanya ke podium tertinggi. Dominasi warna hitam dipadukan dengan aksen kuning, merah, dan hijau untuk menciptakan tampilan yang elegan sekaligus berkarakter.

Menurutnya, karya tersebut tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya dan keberlanjutan.

"Saya tidak hanya mengangkat nilai budaya melalui penggunaan wastra Nusantara. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara handmade sehingga sekaligus memperkuat pesan keberlanjutan yang ingin saya hadirkan dalam karya tersebut," kata Johan.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

Ia mengungkapkan proses persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat. Setelah seluruh bahan terkumpul, ia berlatih penataan gaya selama tiga hari untuk memastikan konsep yang dirancang dapat diwujudkan secara maksimal.

"Saya memastikan seluruh detail sesuai dengan konsep yang telah dibuat dan tidak ada kebutuhan yang terlewat selama proses persiapan," ujarnya.

Dosen pendamping FIK Ubaya, Viviany, M.Ds., menilai keberhasilan tersebut lahir dari kombinasi kreativitas, disiplin, dan konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan desain.

Menurut Viviany, karya-karya yang ditampilkan memiliki kekuatan konsep sekaligus kualitas eksekusi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

"Setiap karya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menunjukkan pemahaman terhadap tren, ketelitian dalam detail, pemilihan material yang tepat, serta identitas desain yang kuat. Mahasiswa juga berani mengeksplorasi ide dan mampu menerjemahkannya menjadi karya yang matang," ujarnya.

Asian Student Fashion Week 2026 menjadi ajang pertemuan talenta muda fesyen dari berbagai negara di Asia. Tahun ini, kompetisi diikuti peserta dari Malaysia, Korea Selatan, Turki, dan sejumlah negara lainnya.

Keberhasilan mahasiswa Ubaya meraih tiga penghargaan sekaligus menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan gagasan keberlanjutan melalui karya fesyen.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.