Selasa, 16 Jun 2026 02:54 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 13 Jun 2026 15:45 WIB
Launching program sensus ekonomi di Pendopo Tulungagung. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)
Launching program sensus ekonomi di Pendopo Tulungagung. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Program ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperbarui data ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperbarui data ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari mengatakan pemerintah daerah perlu menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan memiliki daya tahan terhadap berbagai guncangan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Pemerintah daerah harus menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi pemerataan ekonomi dan ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi goncangan. Selain itu, juga harus mampu menyerap dinamika usaha yang berkembang sangat cepat serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan kerja yang semakin berubah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dyah, tantangan tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat, lengkap, dan mutakhir.

“Karena itu diperlukan sensus ekonomi. Hasilnya nanti akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah juga memaparkan sasaran sensus sesuai dengan data yang saat ini dimiliki oleh BPS, yakni 143.845 unit usaha tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Jumlah usaha terbanyak berada di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung Kota, dan Ngunut dengan masing-masing mencapai sekitar 15 ribu unit usaha. Sementara kecamatan dengan jumlah usaha paling sedikit berada di Tanggunggunung, Pagerwojo, dan Pucanglaban.

“SBR merupakan basis data yang berisi daftar perusahaan beserta berbagai informasi yang melekat pada usaha tersebut,” terang Dyah.

Untuk menyukseskan pendataan, BPS Tulungagung menyiapkan 1.145 petugas sensus, mereka telah mendapatkan pembekalan untuk melaksanakan sensus. Selain mendata 143.845 pelaku usaha, petugas juga akan melakukan pendataan terhadap sektor pertanian yang mencakup 55 badan usaha pertanian, 174.863 usaha pertanian perorangan, serta 362.641 keluarga di Kabupaten Tulungagung.

“Tujuan akhirnya adalah menghasilkan data yang berkualitas sebagai acuan pembangunan daerah yang tepat sasaran,” imbuhnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berpesan sensus ini menjadi momentum penting dalam mendukung pengembangan daerah di tengah perubahan struktur ekonomi yang terus berlangsung.

“Ekonomi kita terus mengalami perbaikan. Struktur ekonomi juga mengalami perubahan dengan munculnya berbagai sektor industri dan usaha pendukung lainnya,” terangnya..

Meski demikian, Baharudin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Seperti sektor pertanian yang masih menjadi kontributor utama perekonomian, basis data ekonomi keluarga yang belum sempurna, dinamika usaha yang sangat cepat, serta pentingnya memastikan seluruh unit usaha tercakup dalam pendataan.

“Kita harus bergerak dalam satu visi dan misi yang sama agar menghasilkan data yang baik. Data tersebut nantinya menjadi dasar penentuan arah kebijakan pemerintah sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kepada seluruh petugas sensus, Baharudin menitip pesan agar selalu menjaga integritas dan profesionalitas selama menjalankan tugas di lapangan.

“Saya minta petugas menjaga kevalidan data karena data sangat penting dalam menentukan kebijakan pemerintah. Kedepankan profesionalitas agar masyarakat memahami tujuan kegiatan ini dan tidak terjadi salah pemahaman,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari ASN, camat, lurah hingga kepala desa untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya SE 2026.

“Kami berharap seluruh jajaran pemerintah dapat membantu menyosialisasikan kegiatan ini sehingga masyarakat bisa menyambut petugas dengan baik dan memberikan informasi yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.