Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 07 Jun 2026 09:30 WIB
jatimnow.com - Menanggapi ramainya isu jual beli titik Koperasi Merah Putih yang banyak terjadi di berbagai daerah, termasuk yang sempat viral di Kediri dibantah oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Menurutnya, lokasi pendirian koperasi merupakan tanah milik desa atau kelurahan, sehingga nantinya akan menjadi aset milik mereka.
"Enggak ada jual beli titik. Kan itu desa yang menyerahkan titiknya, enggak ada jual beli, kita orang gratis kok," tegasnya, usai acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dengan Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat di PT Indogula Jayabaya Kediri, Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: BEM Kediri Raya Dorong Penguatan Ekonomi Desa dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat
"Kan itu milik desa, milik kabupaten kota, milik pemerintah pusat, aset milik pemerintah, apa milik BUMN, jadi enggak ada penjual beli titik. Itu lokasinya kan milik mereka. Lokasinya milik ada di desa dan aset yang dibangunkan itu kan nanti menjadi milik asetnya desa, bukan miliknya Kementerian Koperasi," tambahnya.
Ferry mengungkapkan, pembangunan fisik KDKMP di seluruh Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menargetkan seluruh bangunan, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.
"Koperasi Desa Merah Putih yang per hari ini jumlah bangunan fisik bulan Mei yang sudah selesai 100% ini sudah berjumlah 11.100-an, yang dibangun itu berjumlah hampir 23.000-an diseluruh Indonesia," katanya.
Menurut Ferry, Koperasi Desa Merah Putih memiliki peran penting sebagai pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari LPG 3 kilogram, minyak goreng, pupuk, hingga kebutuhan pokok sehari-hari.
Selain itu, koperasi juga akan berfungsi sebagai penyerap hasil produksi masyarakat desa, seperti hasil pertanian, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan hingga produk UMKM lokal.
"Kegiatan Koperasi Desa Merah Putih ini sebenarnya juga sedang diamanatkan oleh Bapak Presiden. Pertama tentu ada gerai-gerai untuk menjual barang-barang kebutuhan pokok, subsidi dan yang lain-lainnya. Bukan berarti kita mau saingan dengan ritel modern yang ada, tetapi keberadaan koperasi desa kelurahan merah putih itu, karena menjual barang-barang dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga yang relatif lebih terjangkau," terangnya.
Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo
Tak hanya bergerak di sektor perdagangan, KDMP juga akan dilengkapi gerai obat dan layanan kesehatan dasar untuk mendekatkan akses kesehatan masyarakat desa.
"Jadi, koperasi desa/kelurahan merah putih ini akan menjadi instrumen penting karena masyarakat di desa, kelurahan biasanya jarang dijadikan sebagai pelaku kegiatan ekonomi. Mereka lebih banyak cenderung untuk menjadi penerima manfaat. Nah, sekarang oleh pemerintah, masyarakat di desa, kelurahan dijadikan sebagai subjek atau pelaku ekonomi dibuatkan badan usahanya namanya koperasi desa kelurahan merah putih dan sekarang dibukakan akses permodalannya," jelasnya.
Lebih jauh Ferry menjelaskan, bahwa pemerintah kini juga tengah menyiapkan skema pembiayaan keuangan mikro melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini diharapkan mampu menekan praktik rentenir, tengkulak, dan pinjaman online ilegal yang masih banyak ditemukan di wilayah pedesaan.
Ferry juga memastikan saat ini pemerintah sedang fokus mempersiapkan tahap operasional. Dalam waktu dekat, dirinya bersama jajaran pemerintah akan melakukan peninjauan ke berbagai daerah untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Mbak Vinanda: KKMP Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Tingkat Kelurahan
Ferry berharap puluhan ribu gerai Koperasi Desa Merah Putih yang akan beroperasi nantinya dapat menjadi etalase produk-produk buatan masyarakat sendiri. Mulai dari produk makanan dan minuman, sambal, kecap, deterjen, sabun cuci piring hingga berbagai produk UMKM lokal lainnya diharapkan dapat mengisi rak-rak gerai koperasi.
"Mudah-mudahan tahap yang sekarang sedang kami lakukan, tahap koperasi nasionalisasi ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan itu nanti kalau desa itu bisa menggerakkan roda perekonomian di desa-desa dan kelurahan dan bisa memicu pertumbuhan ekonomi secara apa? tumbuh secara lebih signifikan," tandasnya.
Editor : Yanuar D