Minggu, 21 Jun 2026 10:46 WIB

BEM Kediri Raya Dorong Penguatan Ekonomi Desa dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 02 Jun 2026 15:10 WIB
Forum Konsolidasi Aliansi BEM Kediri Raya yang digelar di Gedung A Kampus 2 Polinema PSDKU Kediri. (Foto: BEM Kediri Raya/jatimnow.com)
Forum Konsolidasi Aliansi BEM Kediri Raya yang digelar di Gedung A Kampus 2 Polinema PSDKU Kediri. (Foto: BEM Kediri Raya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aliansi BEM Kediri Raya tengah menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam Forum Konsolidasi yang digelar di Gedung A Kampus 2 Polinema PSDKU Kediri, mahasiswa menilai kedua isu tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari daya beli, keberlangsungan UMKM, hingga pembangunan di tingkat desa.

Perhatian tersebut mengemuka dalam forum yang dihadiri Presiden Mahasiswa dan delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kediri Raya sebagai bagian dari upaya mahasiswa melakukan kajian terhadap sejumlah isu strategis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Baca Juga: Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Koordinator Daerah Aliansi BEM Kediri Raya, Faiq Taufiqurrohman, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah perlu dicermati tidak hanya dari sisi indikator ekonomi makro, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi nasional dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, biaya produksi pelaku usaha kecil dan menengah, serta biaya hidup kelompok masyarakat yang rentan.

“Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, biaya produksi usaha kecil bertambah, dan biaya hidup semakin berat, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, stabilitas ekonomi perlu terus dijaga agar masyarakat tetap memiliki daya tahan menghadapi berbagai dinamika ekonomi," kata Faiq, melalui siaran tertulisnya, Selasa (2/6/2026).

Selain membahas kondisi ekonomi nasional, forum juga menyoroti implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah dijalankan di berbagai daerah. Aliansi BEM Kediri Raya menilai program tersebut memiliki tujuan yang positif dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada prinsipnya, kami mendukung setiap kebijakan yang bertujuan memperkuat ekonomi desa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dukungan tersebut tidak menghilangkan pentingnya ruang evaluasi dan masukan konstruktif terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam implementasinya," ujar Faiq.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Menurut dia, pelaksanaan program perlu disertai penguatan aspek partisipasi masyarakat, transparansi pengelolaan anggaran, serta penyesuaian dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa.

“Penguatan ekonomi desa merupakan agenda penting. Namun pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi riil masyarakat di lapangan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menekankan pentingnya menjaga ruang bagi desa untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lokal, sekaligus mendorong sinergi antara program pemerintah dengan potensi ekonomi yang telah berkembang di masyarakat.

Faiq menegaskan Aliansi BEM Kediri Raya akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian akademik, pengumpulan data lapangan, serta penyampaian masukan yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan publik.

Baca Juga: Mbak Vinanda: KKMP Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Tingkat Kelurahan

“Kami memandang mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan masukan dan pengawasan terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat. Harapannya, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," katanya.

Aliansi BEM Kediri Raya juga mengajak kalangan akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam mengawal pelaksanaan kebijakan publik guna mendukung pembangunan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Pandangan yang kami sampaikan merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam kehidupan demokrasi. Kami berharap setiap kebijakan pembangunan dapat terus disempurnakan agar mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Faiq.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.