Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber
- Penulis : Bramanta
- | Sabtu, 06 Jun 2026 16:45 WIB
jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menunjukkan komitman dalam mengatasi permasalahan sampah. Dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, mereka menggelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Dengan deklarasi ini diharapkan dapat mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Deklarasi ini berlangsung di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009, Kecamatan Tulungagung, Jumat (5/6/2026). Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin hadir dalam deklarasi ini.Kelurahan Kepatihan dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa, kelurahan, hingga instansi pemerintah lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
“Perlindungan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Baharudin menambahkan, kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari sumber merupakan salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
“Perubahan besar selalu diawali dari tindakan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Kesadaran dari tingkat keluarga hingga komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan komitmen bersama dalam mengelola sampah secara lebih baik, dimulai dari lingkungan rumah tangga sebagai sumber utama timbulan sampah. Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
“Melalui gerakan ini, kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Pemilahan sampah sejak dari rumah merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi lingkungan,” pungkasnya.
Editor : Bramanta