Jumat, 19 Jun 2026 02:30 WIB

Larang Nobar Pesta Babi di Kampus, UIN SATU Tulungagung: Film Harus Berizin

Kampus UIN SATU Tulungagung.
Kampus UIN SATU Tulungagung.

jatimnow.com - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung resmi melarang kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di kampus mereka. Menurutnya sebuah film harus memiliki izin sejumlah instansi seperti Kominfo atau instansi lain.

Sebelumnya dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) akan menggelar nobar film tersebut di dalam kampus. Mereka telah mengajukan izin ke pihak kampus terkait kegiatan ini. Namun pihak kampus membatalkan kegiatan tersebut dan resmi melarang pemutaran film dokumenter tersebut.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Warek III UIN SATU Tulungagung, Syamsun Ni'am membenarkan bahwa pihaknya melarang kegiatan nobar Film Pesta Babi di dalam kampus. Pasalnya, film dokumenter Pesta Babi belum memiliki izin. Menurutnya sebuah film harus memiliki izin sejumlah instansi seperti Kominfo atau instansi lain.

"Tadi saya koordinasi dengan rektor. Karena film dokumenter ini secara resmi belum memiliki izin, film itu harus ada izin," ujarnya, Kamis (21/55/2026).

Secara resmi UIN SATU Tulungagung melarang kegiatan nobar Film Pesta Babi di dalam kampus, mengingat UIN SATU Tulungagung merupakan lembaga negara. Mahasiswa bisa menonton film tersebut di luar kampus atau secara pribadi melalui kanal YouTube.

"Rektor khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau mahasiswa ingin nonton secara pribadi dipersilahkan," paparnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Syamsun mengaku baru mendapat informasi kegiatan nobar film Pesta Babi di dalam kampus UIN SATU Tulungagung dua hari lalu. Pengajuan izin mahasiswa tersebut sudah ditolak kampus. Disinggung apakah ada tekanan dari aparat, Syamsun mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Namun yang jelas, UIN SATU Tulungagung menolak kegiatan nobar film Pesta Babi.

"Pengajuan mahasiswa nobar ditolak. Saya baru dua hari lalu tahu kalau ada rencana nobar," pungkasnya.

Film karya sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono itu mengangkat isu perampasan ruang hidup masyarakat adat di wilayah Papua Selatan, terutama dari suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu.

Baca Juga: HMPS UIN Satu Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia di Titik Nol Tulungagung

Lahan adat yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari disebut terancam oleh proyek besar seperti perkebunan kelapa sawit, tebu untuk bioetanol, dan proyek pangan yang mengatasnamakan "ketahanan pangan" serta "transisi energi".

Tak hanya di UIN SATU, dokumenter berdurasi 1,5 jam ini mendapat penolakan di sejumlah daerah.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.