Selasa, 16 Jun 2026 19:30 WIB

Kasus Campak di Jember Tembus 119, Komisi D DPRD Minta Puskesmas Lakukan Terobosan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 11 Mei 2026 21:30 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD Jember Indi Naidha saat RDP kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Sekretaris Komisi D DPRD Jember Indi Naidha saat RDP kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lonjakan kasus campak di Kabupaten Jember yang mencapai 119 kasus mendapat perhatian serius dari Komisi D DPRD Jember. DPRD meminta seluruh puskesmas bersama Dinas Kesehatan melakukan berbagai terobosan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, mengatakan upaya penanganan campak tidak selalu membutuhkan anggaran besar, melainkan penguatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

“Harapan kami setelah RDP ada inisiatif-inisiatif yang dilakukan dinas kesehatan dan juga puskesmas, karena ini saya lihat tidak membutuhkan anggaran yang besar,” kata Indi, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, langkah yang perlu diperkuat adalah komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, RT/RW, hingga kader posyandu. Ia juga mencontohkan inovasi yang dilakukan Puskesmas Kencong dengan mendirikan pos-pos pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

“Yang penting komunikasi secara intens dengan tokoh masyarakat, RT-RW, kader posyandu, bahkan mendirikan pos-pos seperti Puskesmas Kencong. Terlebih kader posyandu juga diberikan kompensasi oleh Pemkab, sehingga bisa dikomunikasikan dengan baik,” sambungnya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Ke depan, Indi berharap tidak ada lagi lonjakan kasus campak hingga mencapai ratusan kasus seperti saat ini. Komisi D DPRD Jember, kata dia, juga siap turun langsung ke lapangan untuk membantu edukasi kepada masyarakat.

“Kami harap tidak ada lagi laporan campak di Jember yang sampai meledak seperti ini. Kami juga minta update apa yang sudah dilakukan. Bahkan bila diperlukan, kami siap turun langsung ke lapangan untuk ikut memberikan edukasi,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Jember menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar aktif membuat inovasi dan langkah pencegahan di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

“Jadi mohon Kadinkes memerintahkan seluruh kepala puskesmas tanpa terkecuali untuk melakukan terobosan-terobosan,” pintanya.

Selain itu, Indi mengajak seluruh stakeholder ikut terlibat memberikan edukasi kepada masyarakat agar mendukung program imunisasi demi mencegah penyebaran campak.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.