Jumat, 19 Jun 2026 18:01 WIB

Puluhan Ormas Gotong Royong Hijaukan Kawasan Sontoh Laut Surabaya

Penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Asemrowo, Minggu (10/5).  (Foto: Koko for jatimnow.com)
Penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Asemrowo, Minggu (10/5). (Foto: Koko for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya bersama berbagai elemen masyarakat memperkuat mitigasi perubahan iklim di wilayah Pantai Utara (Pantura) melalui penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Asemrowo, Minggu (10/5).

Langkah tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 sekaligus upaya memperluas zona konservasi pesisir.

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

Aksi yang melibatkan 36 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan akademisi ini menyasar titik-titik rawan erosi di Kelurahan Tambaksarioso.

Meski harus menghadapi medan lumpur yang dalam, ratusan relawan menuntaskan penanaman sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem laut.

Muhamad Fikser, AP, MM, menegaskan bahwa proyek ini merupakan replikasi keberhasilan konservasi Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yang telah dimulai sejak dua dekade silam.

Ia menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri logistik di wilayah Utara dengan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Pakar Sebut Akuakultur Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

"Ekosistem mangrove yang terjaga memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan populasi biota laut seperti kepiting. Kita ingin memastikan pusat bisnis logistik di sini berjalan beriringan dengan fungsi ekologi yang sehat," ujar Fikser.

Secara teknis, penanaman ini juga melibatkan skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Pelindo yang memberdayakan petani bibit lokal.

Pola kolaborasi ini dinilai efektif karena melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memastikan bibit yang ditanam mendapatkan perawatan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.

Baca Juga: Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas

Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir, menambahkan bahwa keberadaan hutan mangrove menjadi benteng alamiah krusial dalam menahan abrasi dan menyerap karbon.

"Target kami tidak hanya lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Kawasan pesisir yang terjaga akan membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang melalui sektor ekowisata," kata Zulchaidir.

Program bertajuk “Hijaukan Pesisir, Lestarikan Kehidupan” ini diharapkan menjadi parameter baru dalam pengelolaan pesisir perkotaan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, perlindungan bencana, dan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir Surabaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.