Senin, 22 Jun 2026 23:03 WIB

Pakar Sebut Akuakultur Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

Gelombang tinggi (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)
Gelombang tinggi (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com – Ancaman perubahan iklim global kini memberikan tekanan luar biasa pada sektor kelautan, khususnya perikanan tangkap. Merespons peringatan Hari Laut Sedunia, pakar perikanan dan kelautan Universitas Airlangga (Unair), Muhammad Hanif Azhar mendorong penguatan sektor akuakultur (budidaya perairan) sebagai solusi strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Hanif memaparkan bahwa fenomena perubahan iklim telah mengganggu keseimbangan ekosistem laut yang berujung pada penurunan drastis produktivitas sumber daya perikanan.

Baca Juga: Cara Unik Tempat Nongkrong Surabaya Ajak Gen Z Peduli Isu Lingkungan

“Tantangan yang dihadapi oleh sektor perikanan tangkap di tengah perubahan iklim yakni terganggunya ekosistem. Kondisi ini memaksa nelayan tradisional untuk melaut lebih jauh demi mendapatkan hasil tangkapan yang memadai, yang otomatis berdampak pada biaya operasional yang lebih mahal,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan efek domino dari perubahan iklim yang memicu pengasaman air laut dan pemutihan terumbu karang. Fenomena ini mengakibatkan penurunan populasi berbagai spesies laut yang gagal beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru.

Kerusakan ekosistem pesisir ini, jika dibiarkan, akan memukul perekonomian masyarakat nelayan dan menjadi ancaman serius bagi ketersediaan pangan jangka panjang. Oleh karena itu, langkah perbaikan lingkungan seperti rehabilitasi kawasan mangrove dan pesisir menjadi sangat krusial untuk segera digalakkan.

Sebagai jalan keluar atas ketidakpastian di sektor perikanan tangkap, Hanif menilai akuakultur memegang peranan kunci. Sistem budidaya menawarkan keunggulan berupa pengelolaan kualitas lingkungan dan kesehatan ikan yang jauh lebih terkontrol.

Baca Juga: Puluhan Ormas Gotong Royong Hijaukan Kawasan Sontoh Laut Surabaya

“Akuakultur menjadi salah satu solusi terbaik karena kualitas lingkungan budidaya dapat dipantau dan dikelola dengan baik, sehingga produksi lebih terukur, stabil, dan berkelanjutan,” terangnya.

Indonesia disebutnya memiliki potensi komoditas budidaya yang sangat melimpah dan siap dikembangkan. Di antaranya rumput laut dan kerang untuk air laut, ikan bandeng, kakap, dan udang vannamei unutk air payau, serta ikan lele, gurame, dan nila untuk air tawar.

Meski potensinya raksasa, pengembangan akuakultur di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis, sosial, maupun ekonomi. Untuk mengatasinya, Hanif mendorong adanya sinergi lintas sektor yang kuat melalui pendekatan quadruple helix—yakni kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Baca Juga: ITS Sulap Lahan Asin Jadi Sawah Produktif

Menutup pemaparannya, Hanif menitipkan pesan penting kepada generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian laut.

“Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana tanpa melakukan eksploitasi yang berlebihan,” pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.