Minggu, 14 Jun 2026 17:11 WIB

Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

Terminal Kijing Mempawah resmi melayani petikemas perdana, memperkuat konektivitas logistik dan mendukung ekspor Kalimantan Barat. (Foto: PTP Nonpetikemas for jatimnow.com)
Terminal Kijing Mempawah resmi melayani petikemas perdana, memperkuat konektivitas logistik dan mendukung ekspor Kalimantan Barat. (Foto: PTP Nonpetikemas for jatimnow.com)

jatimnow.com - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi membuka layanan petikemas perdana. Operasional baru tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan yang digadang-gadang sebagai gerbang logistik modern di wilayah barat Pulau Kalimantan.

Layanan petikemas perdana berlangsung pada Rabu (10/6/2026) melalui kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line. Kapal yang melayani rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang itu membongkar 70 peti kemas kosong di Terminal Kijing.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung

Pengoperasian layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pelindo Group melalui Pelindo Regional 2 Pontianak, PT Pelindo Multi Terminal beserta anak usahanya PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), serta PT Pelindo Terminal Petikemas melalui PT IPC Terminal Petikemas.

Sebagai operator terminal, PTP Nonpetikemas saat ini mengelola seluruh layanan operasional di Terminal Kijing untuk memastikan aktivitas kepelabuhanan berjalan aman dan produktif.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, menyebut layanan petikemas menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai pusat logistik baru di Kalimantan Barat.

"Pelayanan perdana peti kemas menjadi tonggak penting pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat. Dengan layanan ini, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi," ujarnya.

Menurut Kalbar Yanto, Pelindo terus meningkatkan fasilitas dan peralatan pendukung agar pelayanan di Terminal Kijing semakin efisien serta memenuhi standar internasional.

"Kami optimistis layanan peti kemas akan menjadi alternatif logistik yang lebih efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan berkembang menjadi hub logistik utama untuk kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun wilayah sekitarnya," katanya.

Layanan petikemas tersebut melengkapi fasilitas yang sebelumnya telah melayani curah cair, curah kering, dan general cargo. Pengoperasian layanan baru juga menjadi realisasi rencana pengembangan yang telah dipersiapkan sejak 2025 melalui berbagai sosialisasi kepada pengguna jasa serta peningkatan kesiapan infrastruktur dan sistem operasional.

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

Terminal Kijing memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter yang mampu melayani kapal hingga 100.000 DWT. Selain itu tersedia dermaga multipurpose sepanjang 250 meter, dermaga curah cair 500 meter, dan dermaga curah kering 389 meter.

Pelabuhan tersebut juga dilengkapi area penumpukan petikemas, Empty Container Yard, Container Freight Station (CFS), fasilitas reefer, pemeriksaan fisik terpadu, serta sarana pendukung lain yang menunjang aktivitas logistik.

Untuk mendukung kegiatan bongkar muat, Terminal Kijing mengoperasikan berbagai peralatan modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, chassis, conveyor, hopper, grab, dan bucket.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan keberhasilan pelayanan perdana menunjukkan kesiapan Terminal Kijing dalam melayani petikemas secara optimal.

Baca Juga: Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja

"Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas secara optimal. Kami berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif serta terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Kinerja operasional Terminal Kijing juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, terminal tersebut mencatat throughput sekitar 1,5 juta ton. Komoditas curah kering menyumbang 845 ribu ton, sedangkan curah cair mencapai 662 ribu ton.

Realisasi tersebut melampaui target yang ditetapkan perusahaan. Layanan curah kering tercatat mencapai 223 persen dari target, curah cair 168 persen, sementara bag cargo mencapai 93 persen.

Dengan tambahan layanan petikemas dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Terminal Kijing diharapkan mampu memperkuat konektivitas logistik, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri di Kalimantan Barat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.