Selasa, 16 Jun 2026 22:39 WIB

Seniman Surabaya Duduki Balai Pemuda, Tolak Pengosongan Kantor DKS

Para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya. (Foto: Bonang for jatimnow.com)
Para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya. (Foto: Bonang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan seniman Surabaya menduduki kawasan Balai Pemuda pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap pengosongan kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Aksi berlangsung lewat doa bersama, pertunjukan seni, hingga pemasangan spanduk protes di area gedung.

Sejak selepas magrib, seniman dari berbagai disiplin mulai memadati lokasi. Kidung Jawa, seni gerak tubuh, musik modern, dan aksi teatrikal bergantian tampil di halaman Balai Pemuda. Suasana yang biasanya menjadi ruang pertunjukan berubah menjadi arena solidaritas para pekerja seni.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Aksi memuncak saat para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya.” Spanduk itu dipasang sebagai simbol perlawanan atas langkah pengosongan DKS yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya.

Koordinator pagelaran, Taufik Monyong, mengatakan para seniman sengaja menduduki Balai Pemuda untuk menunjukkan bahwa ruang kesenian tersebut tidak bisa dipisahkan dari komunitas seni Surabaya.

“Kalau kemarin aksi segel kantor DKS dilakukan secara sewenang-wenang oleh Satpol PP, sekarang gantian kami para seniman Surabaya yang mengawasi Gedung Balai Pemuda,” ujar Monyong kepada wartawan.

Ketua DKS, Chrisman Hadi, menyebut kehadiran para seniman menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Dewan Kesenian Surabaya masih kuat.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Menurut Chrisman, solidaritas komunitas seni terlihat dari konsistensi jumlah seniman yang hadir dalam berbagai agenda konsolidasi beberapa waktu terakhir.

“Publik bisa menilai sendiri. Kemarin rapat konsolidasi dihadiri ratusan seniman, sekarang pagelaran seni juga dipenuhi seniman Surabaya,” katanya.

Chrisman turut mempertanyakan legitimasi Dewan Kebudayaan Kota Surabaya yang dibentuk Pemkot Surabaya. Dia menilai dukungan komunitas seni terhadap lembaga tersebut belum terlihat nyata.

Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?

“Sekarang saya balik tanya, apakah mereka punya dukungan dari seniman sebanyak yang hadir malam ini?” ujarnya.

Polemik pengosongan kantor DKS belakangan memicu ketegangan antara komunitas seni dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pendudukan Balai Pemuda pada Sabtu malam menjadi penanda bahwa konflik tersebut mulai bergerak menjadi aksi kolektif para seniman di ruang publik.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.