Sabtu, 06 Jun 2026 07:02 WIB

Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Dewan Kesenian Surabaya melaporkan dugaan pencurian dan penggelapan aset budaya senilai Rp2 miliar ke Polrestabes Surabaya. (Foto/jatimnow.com)
Dewan Kesenian Surabaya melaporkan dugaan pencurian dan penggelapan aset budaya senilai Rp2 miliar ke Polrestabes Surabaya. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Kesenian Surabaya (DKS) resmi melaporkan dugaan pencurian dengan pemberatan dan/atau penggelapan sejumlah aset budaya ke Polrestabes Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Barang yang dilaporkan hilang berupa perangkat gamelan, alat karawitan, reog, jaranan, hingga perlengkapan kesenian tradisional lain yang selama puluhan tahun digunakan sebagai sarana belajar seni bagi masyarakat dan generasi muda.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1077/V/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Ketua DKS, Chrisman Hadi, menyebut kehilangan itu bukan sekadar perkara materi, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan ruang kebudayaan di Surabaya.

Menurut Chrisman, peristiwa bermula pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB saat puluhan personel Satpol PP Kota Surabaya mendatangi sekretariat DKS di Gedung Balai Pemuda Surabaya.

Berdasarkan keterangan saksi, petugas masuk dan mengangkut barang inventaris kesenian tanpa menunjukkan surat tugas, surat perintah pengosongan, maupun berita acara resmi.

“Sampai hari ini kami belum pernah menerima berita acara penyitaan ataupun dokumen resmi terkait dasar hukum pengambilan barang-barang tersebut,” kata Chrisman.

DKS memperkirakan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp2 miliar. Nilai tersebut belum termasuk barang milik pribadi para seniman yang selama ini dititipkan di sekretariat.

Chrisman menilai dampak terbesar justru menyasar keberlangsungan pendidikan budaya bagi generasi muda.

“Kerugian immateriil tidak dapat dinilai dengan nominal berapa pun, karena berkaitan dengan hilangnya kesempatan anak-anak dan generasi baru untuk berlatih, mempelajari, dan melestarikan tradisi budaya bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?

Sebagian perangkat gamelan yang dilaporkan hilang diketahui merupakan hibah dari almarhum A. Azis, pendiri harian Surabaya Post sekaligus sastrawan dan penyair nasional.

Perangkat itu diserahkan kepada DKS sejak awal 1980-an dan digunakan sebagai sarana regenerasi seniman tradisional di Kota Surabaya.

Chrisman menyebut gamelan bukan sekadar benda seni, tetapi menyimpan jejak sejarah dan identitas budaya.

“Nilai sebuah gamelan tidak terletak semata pada harga logamnya, tetapi pada suara sejarah yang dikandungnya. Ketika alat seni dirampas, yang hilang bukan hanya benda, tetapi juga ingatan, martabat, dan masa depan kebudayaan bangsa,” terangnya.

Direktur LBH Surabaya, Habibus Shalihin, yang mendampingi laporan tersebut menegaskan langkah hukum dilakukan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap tindakan aparatur negara.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

“Laporan ini adalah implementasi hak konstitusional warga negara untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap birokrasi pemerintahan. Dalam negara hukum, setiap tindakan aparatur wajib dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ucapnya.

Melalui laporan itu, DKS meminta kepolisian menyelidiki keberadaan seluruh aset budaya yang diambil, menetapkan pihak yang bertanggung jawab, serta mengembalikan seluruh inventaris kesenian kepada Dewan Kesenian Surabaya.

Selain itu, mereka juga meminta adanya jaminan perlindungan terhadap aset kebudayaan tradisional sebagai bagian dari warisan bangsa.

Langkah hukum DKS turut mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat, komunitas budaya, organisasi mahasiswa, lembaga bantuan hukum, hingga kelompok pegiat seni di Surabaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.