Rabu, 17 Jun 2026 11:52 WIB

Air Limbah TPA Pakusari Cemari Pertanian, DPRD Jember Siapkan Langkah Serius

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 05 Mei 2026 18:15 WIB
Komisi A DPRD Jember saat melakukan RDP bahas persoalan TPA. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi A DPRD Jember saat melakukan RDP bahas persoalan TPA. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Air limbah dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari dilaporkan mencemari saluran irigasi hingga lahan pertanian milik warga. Menyikapi hal ini, Komisi A DPRD Jember berjanji akan mengambil langkah serius.

Keputusan tersebut diambil setelah Komisi A menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Selasa (5/6/2026).

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, mengatakan kondisi TPA Pakusari saat ini sudah melebihi kapasitas. Dampaknya, air lindi mencemari area persawahan warga.

“Sampah di Jember sudah overload dan lahan sawah warga ikut tercemari. Kami akan membuat penahan air agar limbah tidak keluar dan mencemari lingkungan. Minimal fasilitas dasar seperti pagar akan dipenuhi melalui perubahan anggaran di TPA,” ujarnya.

Menurut Budi, langkah awal yang harus segera dilakukan adalah pembangunan saluran irigasi baru melalui Perubahan APBD (P-APBD).

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

“Harus ada normalisasi dalam perubahan anggaran, dengan kebutuhan sekitar Rp4 miliar. Nanti kemungkinan ada tambahan anggaran yang lebih besar,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa lahan TPA saat ini sangat terbatas. Pemerintah telah merencanakan lokasi baru, namun terkendala karena harus melewati lahan milik warga yang meminta biaya sewa sekitar Rp13 juta per tahun.

Selain itu, dalam RDP tersebut, DPRD juga menekankan pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan sampah agar tidak terus menumpuk di TPA.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Budi turut menyoroti penggunaan plastik oleh toko-toko berjaringan yang dinilai masih tinggi, meskipun sudah ada imbauan dari pemerintah daerah.

“Minggu depan, toko berjaringan akan kami panggil dan dikumpulkan di Dinas Lingkungan Hidup. Jika masih tidak patuh, kami akan meminta bupati untuk mencabut izin usahanya. Padahal surat edaran sudah diterbitkan beberapa bulan lalu,” tegasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.