Minggu, 21 Jun 2026 07:54 WIB

Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

  • Penulis : Bramanta
  • | Jumat, 05 Jun 2026 08:05 WIB
Polisi mengalihkan arus lalu lintas selama pembangunan jembatan Gondang 1. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Polisi mengalihkan arus lalu lintas selama pembangunan jembatan Gondang 1. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penutupan total akses utama Tulungagung - Trenggalek membuat arus lalu lintas dialihkan ke sejumlah jalur alternatif. Akibatnya jalur tersebut menjadi padat lalu lintas. Polisi terus melakuan pemantauan di jalur alternatif ini. Mereka tak segan memberikan sanksi tilang kepada kendaraan berat yang nekat lewat jalur desa.

KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin mengatakan masih ditemukan sejumlah pelanggaran kendaraan di jalur alternatif ini. Khususnya kendaraan roda enam dengan tonase tinggi yang masuk jalur alternatif.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

"Masih ditemukan truk masuk ke jalur alternatif. Tepatnya berada di simpang tiga timur Polsek Kalangbret menuju simpang empat cabe Gondang," ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Ketika truk masuk ke jalan alternatif berdampak pada gangguan lalu lintas seperti kemacetan karena ruas jalan yang sempit.

"Ruas jalan alternatif memang diperuntukan roda dua dan empat. Ketika ada truk masuk ke jalan alternatif, maka terjadi penumpukan kendaraan yang menganggu lalu lintas," terangnya.

Petugas sempat kesulitan dan membutuhkan waktu cukup lama mengurangi penumpukan kendaraan. Sehingga Satlantas Polres Tulungagung melakukan tindakan tegas berupa tilang kepada pengemudi truk yang masuk ke jalan alternatif.

Baca Juga: Mundur 2 Kali, Pembangunan Jembatan Gondang 1 di Tulungagung Akhirnya Dimulai

"Memang sempat terjadi kepadatan cukup parah, kami butuh waktu dua jam untuk mengurangi kendaraan hingga arus lalu lintas lancar," jelasnya.

Tindakan tilang sudah diberikan kepada lima pengemudi truk yang masuk ke jalur alternatif. Dengan harapan, tindakan tilang dapat memberikan efek jera sehingga tidak ada pengemudi truk yang melanggar kembali.

"Masyarakat sudah mulai umek (gusar, red) karena truk masuk jalan alternatif. Sehingga kami lakukan tilang sebagai efek jera, agar tidak ada truk yang melanggar lagi," paparnya.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Zainudin menambahkan, kepadatan kendaraan juga terjadi pada waktu tertentu. Seperti pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dan 15.30 hingga 18.00 WIB. Pada waktu tersebut petugas akan diturunkan untuk membantu mengatur lalu lintas.

"Jam-jam rawan terjadi kepadatan kendaraan terjadi pada pagi saat orang berangkat kerja dan sekolah. Setelah itu, kepadataan juga terjadi ketika sore saat orang pulang kerja," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.