Sabtu, 06 Jun 2026 22:37 WIB

Gerakan Mom Uung Sentuh Ibu Menyusui di Pulau Kangean

Tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan bayi dalam kegiatan edukasi dan pendampingan ibu menyusui yang digelar Mom Uung bersama tim kesehatan di Pulau Kangean, Sumenep. (Foto: Mom Uung for jatimnow.com)
Tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan bayi dalam kegiatan edukasi dan pendampingan ibu menyusui yang digelar Mom Uung bersama tim kesehatan di Pulau Kangean, Sumenep. (Foto: Mom Uung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Akses layanan kesehatan yang terbatas membuat banyak ibu di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, masih menghadapi persoalan mendasar dalam pemberian ASI dan nutrisi anak.

Melihat kondisi tersebut, Mom Uung bersama tim medis dan Universitas Airlangga turun langsung membawa program edukasi dan pendampingan untuk mencegah stunting sejak dini.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Program bertajuk #BersamaMomUung yang digelar pada 23 April 2026 tersebut menyasar ibu menyusui dengan pendekatan praktis. Tak hanya penyuluhan, peserta mendapat pemeriksaan kesehatan hingga simulasi langsung teknik menyusui dan pemberian MPASI.

Dampaknya terasa bagi warga. Banyak ibu yang sebelumnya mengandalkan informasi turun-temurun kini mulai memahami pola nutrisi yang tepat.

Di wilayah tersebut, pemberian air tajin, air mineral, hingga pisang halus pada bayi di bawah enam bulan masih kerap dilakukan karena dianggap cukup memenuhi gizi.

Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky, mengatakan kehadiran langsung menjadi cara untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.

“Kami tidak ingin hanya hadir lewat produk. Kami datang, berdialog, dan mencari tahu solusi yang benar-benar dibutuhkan para ibu. Yang mereka perlukan bukan sekadar barang, tetapi juga pendampingan dan pemahaman,” ujarnya.

Tim dokter menemukan persoalan yang lebih serius. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar anak di Kangean mengalami stunting akibat pola makan yang belum sesuai kebutuhan usia.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Dokter anak, Ian Suryadi Suteja, mengungkapkan temuan tersebut menjadi alarm bagi orang tua. “Pemeriksaan menunjukkan banyak anak mengalami stunting. Orang tua perlu memahami tanda bayi menyusu dengan benar dan rutin memantau berat badan. Dengan pemahaman nutrisi yang baik, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal,” katanya.

Seorang ibu bersama anaknya berfoto dengan Mom Uung usai mengikuti kegiatan edukasi dan pendampingan menyusui di Pulau Kangean, Sumenep. (Foto: Mom Uung for jatimnow.com)Seorang ibu bersama anaknya berfoto dengan Mom Uung usai mengikuti kegiatan edukasi dan pendampingan menyusui di Pulau Kangean, Sumenep. (Foto: Mom Uung for jatimnow.com)

Keterbatasan tenaga medis juga menjadi tantangan. Warga mengaku jarang mendapat akses pemeriksaan langsung. Salah satu ibu, Ira, merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

“Saya lega ada dokter yang datang langsung. Biasanya hanya sebulan sekali dan tidak lama. Sekarang saya tahu kondisi anak saya dan langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki nutrisinya,” ujarnya.

Baca Juga: Founder Moell Tempuh 15 Jam ke Pulau Mamburit Demi Kesehatan Anak

Selain pemeriksaan, edukasi juga menyasar faktor psikologis ibu. Ikhsanuddin Qoth’i menjelaskan kondisi emosional berpengaruh besar terhadap produksi ASI.

“Ketika ibu merasa tenang, didukung, dan cukup istirahat, produksi ASI akan lebih optimal. Jadi bukan hanya teknik menyusui, tetapi juga kondisi mental yang perlu dijaga,” jelasnya.

Pendampingan dilakukan hingga praktik langsung, mulai dari teknik pelekatan, direct breastfeeding, hingga penggunaan pompa ASI. Dengan cara tersebut, ibu diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dalam keseharian.

Langkah yang dilakukan Mom Uung membuka peluang perubahan di wilayah dengan akses terbatas. Program tersebut diharapkan tidak berhenti di Kangean, melainkan menjangkau lebih banyak daerah, agar ibu tidak lagi menghadapi proses menyusui sendirian dan anak mendapat asupan gizi yang layak sejak awal kehidupan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.