Rabu, 22 Jul 2026 06:00 WIB

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 01 Jun 2026 10:15 WIB
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif usai menerima gelar kehormatan. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif usai menerima gelar kehormatan. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rangkaian peringatan Hari Raya Yadnya Kasada 2026 diwarnai dengan prosesi sakral pengukuhan warga kehormatan Suku Tengger.

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjadi salah satu tokoh yang menerima gelar kehormatan tersebut.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/5/2026).

Selain AKBP M. Wahyudin Latif, gelar serupa juga diberikan kepada sejumlah pejabat lainnya, yakni Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Aprianto, Kajari Kabupaten Probolinggo Mohamad Anggidigdo, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, serta Danyon TP 836 Brahma Yodha Letkol Inf Faishal Reza.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Forkopimda, Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat Suku Tengger.

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Haris menekankan bahwa Yadnya Kasada bukan sekadar ritual, melainkan warisan budaya sakral yang menjadi kekayaan bangsa. Ia menyoroti makna istimewa perayaan tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Waisak.

“Yadnya Kasada adalah warisan budaya yang wajib kita jaga. Momentum perayaannya yang berdekatan dengan Idul Adha dan Waisak tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Mewakili para pejabat yang dikukuhkan, AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan apresiasi mendalam atas kehormatan yang diberikan oleh masyarakat Suku Tengger. Menurutnya, Yadnya Kasada adalah simbol harmonisasi kehidupan masyarakat di kawasan Bromo.

“Pengukuhan ini merupakan kehormatan besar sekaligus amanah bagi kami. Kini, kami memikul tanggung jawab lebih untuk ikut menjaga, melindungi, dan mendukung masyarakat Suku Tengger agar adat serta budaya warisan leluhur ini tetap lestari,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Tengger dan kawasan Gunung Bromo Tengger Semeru.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian adat istiadat Suku Tengger sebagai warisan budaya dan kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.

Pengukuhan ini menjadi salah satu agenda krusial dalam rangkaian Yadnya Kasada 2026, yang sekaligus mempererat jalinan harmonis antara masyarakat adat Tengger dengan unsur pemerintah serta aparat keamanan di wilayah Probolinggo.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.