Rabu, 22 Jul 2026 09:26 WIB

Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 26 Mei 2026 18:00 WIB
Cargill bekerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan di Pasuruan. (Foto: Cargill for jatimnow.com)
Cargill bekerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan di Pasuruan. (Foto: Cargill for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perusahaan pangan global Cargill memperluas program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur melalui inisiatif terintegrasi di bidang gizi, kesehatan, akses air bersih, hingga penguatan ekonomi lokal.

Program tersebut menyasar masyarakat di Gresik dan Pasuruan sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan pencegahan stunting di Indonesia.

Baca Juga: Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis untuk 125 Anak di Jatim

Director Plant Management Food Southeast Asia, Australia and New Zealand Cargill, Yusuf Ronzy, mengatakan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh di Indonesia.

“Penguatan sistem pangan membutuhkan aksi nyata dari hulu hingga hilir, mulai produksi sampai konsumsi. Karena itu kami menghadirkan program berbasis masyarakat untuk membantu memperluas akses gizi, layanan kesehatan, dan edukasi di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Yusuf dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).

Berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI) yang disusun Economist Impact dan didukung Cargill, Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66,52.

Penilaian tersebut menunjukkan Indonesia memiliki fondasi cukup kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses nutrisi, meski masih menghadapi tantangan pada aspek ketersediaan pangan dan ketahanan sistem pangan.

Di Gresik, Cargill menjalankan program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar dengan melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah desa di enam wilayah.

Program tersebut fokus pada edukasi kesehatan ibu, pemberian ASI, pemenuhan gizi anak, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.

Para kader kesehatan juga mendapat pelatihan untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan anak dan mendampingi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

Selain itu, Cargill mengembangkan materi edukasi seperti video, flipchart gizi, dan sosialisasi interaktif yang menyasar remaja putri, ibu menyusui, hingga siswa PAUD.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Gresik, Nur Cholilah, mengatakan program tersebut membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Kami ikut mendampingi kelas menyusui, parenting Posyandu, sampai rembuk cegah stunting agar warga bisa bersama-sama mencari solusi untuk masalah gizi di desa,” kata Nur Cholilah.

Sementara di Pasuruan, Cargill memperluas dukungan melalui layanan kesehatan masyarakat, akses air bersih, dan pemberdayaan UMKM perempuan.

Perusahaan bekerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, vitamin, hingga rujukan kesehatan bagi warga di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong.

Program kesehatan dan gizi tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 440 anak serta lebih dari 400 lansia di berbagai dusun di Pasuruan.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Cargill juga menggelar edukasi gizi melalui peringatan World Food Day dan World Egg Day dengan membagikan pangan sumber protein seperti telur, tempe, dan susu kedelai dari UMKM lokal kepada lebih dari 1.000 penerima manfaat sepanjang 2025.

Tak hanya sektor kesehatan, perusahaan turut membangun tujuh sumur dalam di Pasuruan yang dimanfaatkan lebih dari 10 ribu warga untuk akses air bersih.

Di bidang ekonomi, Cargill mendukung pelaku UMKM perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan legalitas usaha, literasi keuangan, hingga pengembangan kemasan produk.

Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, Pasuruan, Sudarti, mengaku pelaku usaha kecil merasakan dampak langsung dari program tersebut.

“Pelatihan dan pendampingan legalitas usaha sangat membantu UMKM menjadi lebih siap berkembang dan bersaing,” ujar Sudarti.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.