Rabu, 22 Jul 2026 11:15 WIB

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 01 Jun 2026 08:10 WIB
Peringatan detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Peringatan detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peringatan detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak di Tulungagung berlangsung dengan khidmat. Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi tersebut di Vihara Buddha Loka Tulungagung, Minggu (31/5/2026) sore. Dalam momen istimewa ini, umat Buddha diminta agar memberikan sumbangsih kemanusian kepada Indonesia.

Sejak pukul 14.00 WIB puluhan umat telah memenuhi Vihara Buddha Loka Tulungagung. Ada berbagai macam rangkaian yang dilaksanakan umat saat detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak 2750 BE.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Pembina Rohaniawan Vihara Buddha Loka Tulungagung, Pandita Sugianto Gandhika mengatakan perayaan Tri Suci Waisak pada tahun ini berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh banyak umat Buddha. Momen sakral ini juga dihadiri oleh Samanera yang mampu membangkitkan semangat umat Buddha.

"Tema Waisak tahun ini adalah menapaki jalan mulia bersumbangsih bagi negeri," ujarnya.

Dalam ceramahnya Samanera atau Bikkhu memberikan motivasi bagi umat Buddha agar berkontribusi dalam hal kemanusian untuk Indonesia. Sehingga Indonesia bisa lebih maju dan menjadi tempat aman dan nyaman umat melaksanakan ibadah.

"Samanera memberikan motivasi kepada kami agar bisa bahu-membahu memberikan sumbangsih dalam membangun Indonesia maju dan menjadi tempat aman serta nyaman dalam menjalankan ibadah," terangnya.

Ada berbagai rangkaian yang dilaksanakan umat pada detik-detik Tri Suci Waisak. Diawali dengan Pradaksina atau penghormatan dengan cara mengelilingi tempat puja sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Saat melaksanakan Pradaksina, umat juga membawa amisa puja berupa bunga dan dupa," jelasnya.

Usai melaksanakan Pradaksina umat membersihkan diri dengan memohon pembaharuan sila atau Tisarana. Setelah itu dilakukan pembacaan Tipitaka singkat yang disebut Paritta.

"Saat detik-detik Waisak umat melakukan meditasi. Sehingga dalam momen purnama penuh umat dalam kondisi pikiran tenang, damai untuk menikmati kesempurnaan Waisak," paparnya.

Terkahir dilakukan Pattidana dengan membagikan air yang sudah dibacakan Paritta selama satu bulan penuh. Sehingga air Paritta tersebut sangat istimewa dalam kepercayaan umat Buddha.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Selama satu bulan umat membacakan Paritta dan melaksanakan puasa untuk mengisi energi positif ke air yang kami bagikan," ungkapnya.

Dalam momen Tri Suci Waisak, Sugianto berharap agar umaat dapat memiliki kualitas batin lebih baik dengan mengutamakan belajar dharma. Selain itu, umat diharapkan dapat mempraktikan dharma dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena dengan belajar dharma tanpa praktik, mereka tidak bisa melaksanakan dengan baik ajaran sang Buddha," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.