Senin, 08 Jun 2026 03:53 WIB

IJTI Ingatkan Risiko ART bagi Industri Penyiaran

Kerja sama dalam ART yang membuka investasi asing hingga 100 persen di ekosistem penyiaran berpotensi mengancam kedaulatan informasi dalam negeri. (Foto ilustrasi: Gemini/jatimnow.com)
Kerja sama dalam ART yang membuka investasi asing hingga 100 persen di ekosistem penyiaran berpotensi mengancam kedaulatan informasi dalam negeri. (Foto ilustrasi: Gemini/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kesepakatan ART Indonesia Amerika Serikat memicu kekhawatiran soal kedaulatan media nasional. Skema yang membuka investasi asing media Indonesia hingga 100 persen dinilai berpotensi mengubah arah industri penyiaran dan arus informasi publik.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menilai ketentuan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) dapat memperbesar ancaman media asing terhadap pelaku lokal. Dampaknya tidak berhenti pada bisnis, tetapi menyentuh independensi pemberitaan hingga kualitas demokrasi.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Isu tersebut dibahas dalam pertemuan IJTI dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/4/2026).

Diskusi mengerucut pada perlunya regulasi media Indonesia yang mampu menjaga keseimbangan antara investasi dan kepentingan nasional.

Wakil Ketua Umum IJTI, Wahyu Triyogo, mengingatkan risiko dominasi asing dalam industri penyiaran Indonesia.

“Kerja sama dalam ART yang membuka investasi asing hingga 100 persen di ekosistem penyiaran berpotensi mengancam kedaulatan informasi dalam negeri,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa aturan yang tegas, kendali informasi bisa bergeser ke pihak luar. Situasi tersebut berisiko menggerus kedaulatan informasi nasional dan melemahkan peran media sebagai pilar demokrasi.

“Media bukan sekadar bisnis. Perannya strategis dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa,” kata Wahyu.

Baca Juga: Pelatihan Jurnalistik Probolinggo Jawab Krisis Digital

Dari sisi legislatif, Ibas melihat tekanan global harus dijawab dengan penguatan ekosistem digital Indonesia.

Ia mendorong sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat agar ruang digital tidak didominasi kepentingan tertentu.

“Kita harus memastikan ruang digital diisi informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab. Literasi digital masyarakat menjadi kunci agar publik mampu memilah informasi,” ujar Ibas.

Ia juga mengingatkan maraknya penyalahgunaan platform digital, mulai dari disinformasi hingga perundungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan pengguna perlu berjalan seiring dengan penguatan industri.

Baca Juga: IJTI Lamongan Inisiasi Terbitnya Perbup Tentang Pers

Diskusi tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar dalam arus globalisasi media.

Dampak ART terhadap media Indonesia harus diantisipasi melalui kebijakan yang melindungi pelaku dalam negeri tanpa menutup peluang investasi.

Di tengah disrupsi digital media, arah regulasi akan menentukan daya tahan industri nasional. Tanpa langkah cepat, ancaman investasi asing bagi media nasional berpotensi semakin besar dan memengaruhi wajah informasi yang diterima masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.