Sabtu, 20 Jun 2026 10:50 WIB

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 07 Jun 2026 07:00 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat penandatanganan MoU di PT Indogula Jayabaya Desa Banjaranyar Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat penandatanganan MoU di PT Indogula Jayabaya Desa Banjaranyar Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendukung penuh penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dengan Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat untuk pemenuhan kebutuhan tebu pabrik PT Indogula Jayabaya Kediri Tahap II, Sabtu (6/6/2026). Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan, kerjasama ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan swasembada gula pada 2028.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Konsumen Kana dan koperasi petani tebu yang telah secara serius melaksanakan kegiatan kerjasama untuk mendukung penguatan industri gula nasional," kata Ferry

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

"Kemitraan antara petani, koperasi dan industri juga sangat penting karena sektor gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan juga kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Menurut Ferry, kebutuhan gula nasional yang mencapai 9 juta ton per tahun masih bergantung pada impor. Sebab, produksi gula dalam negeri saat ini masih di angka 2,5 juta ton. Karena itu, pemerintah menargetkan swasembada gula dapat terwujud pada 2028 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu caranya adalah meningkatkan produktivitas sektor gula dari hulu hingga hilir.

"Kami di Kementerian Koperasi sekarang mendorong koperasi-koperasi untuk kembali masuk ke sektor produktif. Kalau koperasi Kana bisa menghasilkan gula putih, kecapnya bisa buat koperasi desa merah putih, nanti bisa membangun ekosistem, petani tebunya terserap, hasil tanaman tebunya, kemudian diproses, koperasi-koperasi desa merah putih bisa menghasilkan produk sampai ke produk turunannya, kecap, gula dan lain sebagainya. Nanti bisa dijual ke koperasi," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi melalui LPDB telah memberikan dukungan pembiayaan kepada Koperasi Konsumen Kana. Tahap awal pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp17 miliar dan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha ke depan.

Pihaknya juga memberikan bantuan serupa ke seluruh koperasi Indonesia dengan rata-rata pembiayaan selama setahun kurang lebih 2 triliun.

Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan kerja sama tersebut merupakan momentum penting untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi mulai dari petani hingga industri pengolahan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenkop Perkuat Jaminan Sosial Ekosistem Koperasi

“Melalui kolaborasi ini kami ingin memastikan petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mendapatkan manfaat dan nilai tambah yang tercipta,” katanya.

Menurut Danang, pengembangan lahan seluas 2.022 hektare menjadi fondasi untuk mendukung kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan pabrik kecap yang akan memanfaatkan hasil pengolahan gula sebagai bahan baku.

Menurut Danang, saat ini kapasitas produksi gula merah yang dikelola koperasi mencapai sekitar 50 ton per hari. Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga 150 ton per hari seiring pengembangan fasilitas produksi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi juga bisa naik kelas dan bersaing dengan industri besar lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Ketua Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, Desy Puspitasari, menilai kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi sekaligus memperkuat sektor pertanian untuk mendukung pertumbuhan industri gula nasional,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, kedua koperasi berharap dapat membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, mulai dari penyerapan hasil panen petani tebu, proses pengolahan, hingga distribusi produk ke pasar. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa koperasi mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan mendukung target swasembada gula nasional.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.