Rabu, 22 Jul 2026 02:34 WIB

Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Mahasiswa dan mahasiswi Stikes Maharani Malang menampilkan teatrikal cyberbullying saat seminar kesehatan mental di SMK Diponegoro Tumpang, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)
Mahasiswa dan mahasiswi Stikes Maharani Malang menampilkan teatrikal cyberbullying saat seminar kesehatan mental di SMK Diponegoro Tumpang, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya kasus cyberbullying di kalangan remaja mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Malang turun langsung memberikan edukasi kepada pelajar. Melalui seminar kesehatan mental, mahasiswa Program Studi Keperawatan mengajak siswa lebih bijak menggunakan media sosial agar terhindar dari dampak perundungan digital.

Kegiatan berlangsung di SMK Diponegoro Tumpang, Rabu (20/5/2026), dengan tema “Ketika Kata Menjadi Luka; Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Maya”. Seminar tersebut didampingi dosen pembimbing Ns. Ridwan Sofian, S.Kep., M.Kep.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Dalam pemaparannya, Ridwan Sofian menjelaskan cyberbullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan, fitnah, provokasi, pencurian identitas, penguntitan hingga pengucilan secara daring.

Menurutnya, tindakan tersebut sering dipicu faktor lingkungan, dorongan mencari pengakuan, hingga persoalan pribadi pelaku.

“Korban cyberbullying biasanya mengalami perubahan perilaku dan emosi, mengurangi aktivitas di media sosial, bahkan prestasi akademiknya dapat menurun,” ungkapnya.

Ia mengingatkan dampak perundungan digital tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu gangguan mental hingga tindakan ekstrem seperti bunuh diri. Karena itu, pelajar diminta meningkatkan literasi digital dan lebih berhati-hati saat berinteraksi di dunia maya.

Pelajar dan mahasiswi Stikes Maharani Malang foto bersama usai seminar kesehatan mental di SMK Diponegoro Tumpang, Rabu (20/5/2026). Pelajar diajak memahami dampak perundungan digital serta cara menyikapi dan menyelesaikannya secara bijak. (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)Pelajar dan mahasiswi Stikes Maharani Malang foto bersama usai seminar kesehatan mental di SMK Diponegoro Tumpang, Rabu (20/5/2026). Pelajar diajak memahami dampak perundungan digital serta cara menyikapi dan menyelesaikannya secara bijak. (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Ridwan juga mengajak siswa mengatur privasi akun media sosial, berpikir sebelum mengunggah konten, serta memilih lingkungan pertemanan yang sehat. Dukungan terhadap korban dinilai penting agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi tekanan psikologis.

“Jadilah pendengar yang baik bagi korban, bantu simpan bukti perundungan, dan laporkan jika sudah mengarah pada tindakan yang membahayakan,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Laurentius Rebong, turut membagikan tips aman bermedia sosial kepada peserta seminar. Ia meminta pelajar tidak mudah terpancing membuat komentar negatif maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Harliantara: Hak untuk Dilupakan Tak Boleh Kebiri Kemerdekaan Pers

“Berpikirlah sebelum mengetik, hindari bahasa yang menyinggung, cek kebenaran informasi sebelum dibagikan, hormati privasi orang lain, gunakan media sosial secukupnya, dan pilih konten yang positif,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMK Diponegoro Tumpang, Ihya Ulumuddin, S.Kom., M.M., berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan menciptakan lingkungan digital yang aman serta saling menghargai.

Selain seminar, mahasiswa Stikes Maharani juga menampilkan teatrikal mengenai praktik cyberbullying dan cara penyelesaiannya. Penampilan tersebut mendapat perhatian para siswa karena menggambarkan situasi yang kerap terjadi di media sosial sehari-hari.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.