Jumat, 19 Jun 2026 22:02 WIB

Serapan Gabah di Tulungagung Maksimal, Bulog Sewa Gudang Tambahan

  • Penulis : Bramanta
  • | Minggu, 05 Apr 2026 14:30 WIB
Petugas Bulog Tulungagung melakukan penyerapan gabah kepada petani. (Foto: Bulog Tulungagung for jatimnow.com)
Petugas Bulog Tulungagung melakukan penyerapan gabah kepada petani. (Foto: Bulog Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam tiga bulan terakhir, serapan gabah yang dilakukan oleh Perum Bulog Cabang Tulungagung mencapai hampir 20 ribu ton gabah setara beras. Besaran serapan ini 100 persen lebih banyak dibanding periode yang sama di tahun 2025. Bahkan, Perum Bulog Cabang Tulungagung sampai menyewa gudang tambahan untuk menampung serapan gabah/beras pada tahun 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, sejak Januari 2026 sampai dengan awal bulan ini serapan gabah telah mencapai hampir 20 ribu ton setara beras. Artinya, serapan ini sudah mencapai 30 persen dari total target tahun 2026.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Diketahui, wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung diantaranya meliputi wilayah di Kabupaten Tulungagung, Kota dan Kabupaten Blitar serta Kabupaten Trenggalek. Saat ini, total serapan gabah setara beras pada semua wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung justru sudah mencapai sebanyak hampir 20 ribu ton dari total target 64 ribu ton.

"Kalau di Kabupaten Tulungagung saja, totalnya sudah hampir 10 ribu ton, kalau serapan Cabang Tulungagung artinya termasuk wilayah kerja kami yang lain, totalnya sudah hampir 20 ribu ton atau 30 persen dari total target 64 ribu ton pada tahun 2026," ujarya, Minggu (5/4/2026).

Capaian serapan itu diklaim 100 persen lebih banyak dibandingkan dengan periode sama di tahun 2025. Saat itu hasil serapan dari empat wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung hanya menghasilkan sebanyak 1.500 ton gabah setara beras.

Pihaknya menilai, kesuksesan hasil serapan ini tidak lepas karena faktor cuaca yang mendukung para petani untuk bisa memanen secara maksimal. Selain itu, jadwal panen para petani padi pada tahun ini maju dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga serapan lebih banyak.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Cuacanya memang mendukung, karena siang dan sore jarang hujan dan baru terjadi hujan pada malam hari, sehingga petani bisa maksimal untuk memanen padi. Selain itu ada faktor lain seperti jadwal panen yang maju," ungkapnya.

Yonas menambahkan hasil rendemen gabah yang diserap pada tahun ini lebih baik, sehingga membuat kualitas beras juga bagus. Faktor yang mempengaruhi kualitas atau rendemen yang baik itu merupakan kadar air dengan nilai dibawah 30 persen.

Menjelang pelaksanaan panen raya pada tahun 2026, pihaknya optimis jika serapan dilakukan oleh Perum Bulog Cabang Tulungagung ini mampu mencapai sebanyak 70 persen dari total target 64 ribu ton. Pada saat panen raya nanti diharapkan serapan gabah Perum Bulog Cabang Tulungagung mampu mencapai 44 ribu ton lebih.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Karena faktor cuaca itu, serapan kami bisa lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik pula dibandingkan hasil serapan pada tahun 2025 kemarin. Target panen raya nanti kami bisa menyerap 70 persen dari total target," tuturnya.

Atas hasil positif ini, pihak Bulog mulai menyewa gudang untuk menampung hasil serapan gabah. Mereka telah menyediakan tiga spot gudang tambahan untuk menampung hasil serapan di wilayah Tulungagung. Sedangkan di Kota dan Kabupaten Blitar ada dua gudang serta di Kabupaten Trenggalek terdapat dua gudang tambahan yang difungsikan demi menampung hasil serapan tahun ini.

"Kalau hanya mengandalkan gudang utama kami tidak bisa karena tidak cukup tentunya, sehingga kami menyewa gudang swasta dan memaksimalkan gudang milik mitra untuk menampung serapan gabah/padi pada tahun 2026," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.