Sabtu, 06 Jun 2026 12:41 WIB

Festival Pegon Jember Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 29 Mar 2026 15:15 WIB
Festival Pegon di Desa Sumberjo Ambulu Jember. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Festival Pegon di Desa Sumberjo Ambulu Jember. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Pegon di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember yang rutin digelar setiap momen Lebaran Ketupat, kini tengah diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Kemeriahan Lebaran Ketupat di Jember tahun ini diwarnai arak-arakan kendaraan tradisional pegon yang memadati kawasan wisata Pantai Watu Ulo, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: Elite Tanpa Kebudayaan, Negara Tanpa Arah

Tradisi tahunan ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kebanggaan dan kekayaan budaya masyarakat Kecamatan Ambulu dan sekitarnya yang hingga kini terus dijaga.

Plt Camat Ambulu, Fahrul Asrori, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ikon budaya masyarakat setempat, mulai dari Desa Sumberejo hingga Kabupaten Jember secara luas.

“Arak-arakan pegon ini adalah kebanggaan masyarakat. Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu, khususnya Desa Sumberejo, dalam melestarikan kegiatan tahunan yang digelar setiap hari ketujuh bulan Syawal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun zaman semakin modern, pegon masih digunakan dalam aktivitas sehari-hari oleh para petani, seperti mengangkut pupuk, hasil panen, hingga material bangunan.

Namun saat Lebaran Ketupat, pegon bertransformasi menjadi kendaraan hias yang membawa rombongan keluarga untuk bersilaturahmi dan berwisata. Momentum ini sekaligus mempererat hubungan antarwarga di wilayah Ambulu dan sekitarnya.

Baca Juga: Rayakan Sumpah Pemuda 2025, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Motif Batik dengan AI

Fahrul menambahkan, pemerintah saat ini tengah mendorong pengajuan pegon sebagai WBTB agar mendapatkan pengakuan resmi secara nasional.

“Ini adalah tradisi tahunan yang terus kita dorong. Tujuannya untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun luar Jember,” tambahnya.

Tahun ini, peserta arak-arakan mencapai puluhan pegon yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Ambulu serta wilayah sekitar seperti Wuluhan dan Jenggawah.

Baca Juga: Uniknya "Ngebatik Bersama Dafam" Lestarikan Budaya dengan Cara Kekinian

Ia juga mencatat adanya lonjakan pengunjung yang signifikan di kawasan Pantai Watu Ulo, salah satunya dipicu kebijakan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang meluncurkan paket tiket wisata murah.

Dengan harga Rp12.500, pengunjung dapat menikmati dua destinasi sekaligus, yakni Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.

“Setelah adanya tiket murah dari Bapak Bupati, pengunjung semakin membludak. Kondisi di lapangan padat namun tetap meriah. Kami bersama Muspika terus memantau agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.