Rabu, 17 Jun 2026 23:29 WIB

Rayakan Sumpah Pemuda 2025, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Motif Batik dengan AI

Sejumlah mahasiswa Petra Christian University (PCU) memamerkan kain batik dengan motif unik, hasil kreasi menggunakan kecerdasan buatan (AI). (Foto: Humas PCU for JatimNow.com)
Sejumlah mahasiswa Petra Christian University (PCU) memamerkan kain batik dengan motif unik, hasil kreasi menggunakan kecerdasan buatan (AI). (Foto: Humas PCU for JatimNow.com)

jatimnow.com - Semangat Sumpah Pemuda dan kecintaan pada budaya batik diwujudkan secara unik oleh sejumlah mahasiswa di Surabaya. Mereka menciptakan motif batik kontemporer dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam acara bertajuk "Sumpah Pemuda: Refleksi Cinta Tanah Air Melalui Batik AI Future Code" yang digelar di Perpustakaan Petra Christian University (PCU).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pameran bulanan bertema “Memetik Pucuk Batik” yang berlangsung sepanjang Oktober 2025.

Baca Juga: Festival Pegon Jember Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Kepala Perpustakaan PCU, Dian Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata PCU untuk mempertemukan tradisi dan teknologi dalam satu ruang kreatif.

“Kami mendefinisikan kegiatan ‘Batik AI Future Code’ sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan. Generasi muda menggunakan AI untuk menciptakan motif yang relevan, melambangkan bagaimana warisan budaya dapat tumbuh di era digital,” ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran perpustakaan sebagai living museum, bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang belajar aktif bagi generasi muda untuk memahami warisan budaya Indonesia.

“Konsep GLAM Gallery, Library, Archive, Museum yang kami terapkan, membuat perpustakaan menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat bisa berinteraksi dengan budaya melalui teknologi,” imbuhnya.

Sementara itu, dosen Desain Komunikasi Visual PCU, Aniendya Christianna, yang juga menjadi inisiator kegiatan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi lintas disiplin antara dosen dan mahasiswa.

“Batik bukan hanya kain, tapi identitas bangsa. Melalui AI, mahasiswa dapat bereksperimen menciptakan motif baru yang menggambarkan semangat Sumpah Pemuda tanpa meninggalkan akar budaya kita,” jelasnya.

Baca Juga: Elite Tanpa Kebudayaan, Negara Tanpa Arah

Dalam sesi praktik, mahasiswa ditantang membuat motif batik digital dengan bantuan prompt AI, mengambil inspirasi dari nilai-nilai nasionalisme, seperti Pancasila, Bendera Merah Putih, hingga tokoh pahlawan nasional.

“Kami ingin generasi muda mengenang jasa pahlawan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan zaman mereka. AI hanya alat, tapi nilai-nilai budaya tetap menjadi jiwa dari setiap karya,” tambah Dr. Aniendya.

Selain sesi pembuatan batik AI, pengunjung juga dapat menikmati pameran dua wajah batik yang unik: Batik Dolly dan Batik Belanda.

Batik Dolly menampilkan keberanian warna ungu dan motif urban sebagai simbol perubahan dan pemberdayaan, sedangkan Batik Belanda menuturkan kisah sejarah shared heritage Indonesia-Belanda lewat figur tentara, kapal perang, dan dongeng klasik Eropa.

Baca Juga: Revitalisasi Tenun Jombang Dongkrak Ekonomi Pekerja Seni Lokal

“Batik Belanda menunjukkan sisi lain sejarah kita. Ia bukan hanya kain, tapi medium refleksi budaya antarbangsa,” jelas Dian.

Melalui kegiatan ini, PCU ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan cinta tanah air dapat berjalan beriringan dengan teknologi modern.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah bersatu dan berinovasi. Lewat batik berbasis AI, mahasiswa membuktikan bahwa warisan budaya bisa terus relevan di masa depan,” pungkas Dian.

Acara ini juga terbuka untuk umum hingga akhir Oktober di Perpustakaan PCU. Masyarakat diajak untuk datang, mengenakan batik, dan merayakan semangat kebangsaan dalam balutan kreativitas digital.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.