Bupati Jember Perketat Rekomendasi BBM Subsidi Usai Dugaan Penyelewengan di SPBU Tegal Besar
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 15 Mar 2026 19:15 WIB
jatimnow.com – Dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Tegal Besar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Menyikapi hal tersebut, Bupati Muhammad Fawait memastikan akan memperketat proses penerbitan rekomendasi BBM subsidi.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengecam keras dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil, namun justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Solar Subsidi di SPBU Tegal Besar Jember
Ia mengaku prihatin terhadap praktik curang yang dinilai merugikan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ketersediaan BBM bersubsidi.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat hak-hak rakyat dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya, Minggu (15/3/2026).
Sebagai langkah konkret, Gus Fawait telah memerintahkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan, termasuk dalam proses penerbitan rekomendasi BBM subsidi.
“Kami akan lebih memperketat lagi proses pengeluaran rekomendasi untuk BBM subsidi. Pengawasan akan diperkuat mulai dari hulu hingga sampai ke tangan penerima manfaat,” ujarnya.
Ia berharap langkah tegas tersebut dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan subsidi pemerintah.
Baca Juga: Polisi Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi di Probolinggo, 5 Pelaku Diamankan
“Mudah-mudahan ini menjadi peringatan keras bagi oknum yang memiliki niat tidak baik untuk mempermainkan subsidi rakyat,” tambahnya.
Selain fokus pada penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM subsidi, Gus Fawait juga mendorong budaya efisiensi di lingkungan Pemkab Jember. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mengelola anggaran subsidi secara nasional.
Salah satu langkah yang mulai diterapkan adalah penggunaan kendaraan dinas secara kolektif saat menghadiri kegiatan resmi, guna menekan konsumsi BBM.
Baca Juga: Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
“Kami di Pemkab Jember juga mulai melakukan efisiensi. Misalnya saat menghadiri acara, kita upayakan datang bersama-sama dalam satu kendaraan, tidak lagi masing-masing menggunakan mobil dinas,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan subsidi energi agar tetap tepat sasaran.
Gus Fawait menegaskan, dugaan penyelewengan BBM subsidi saat ini menjadi perhatian serius Pemkab Jember untuk memastikan hak masyarakat, terutama petani dan nelayan, tetap terlindungi di tengah tantangan ekonomi.
Editor : Yanuar D