Rabu, 22 Jul 2026 06:42 WIB

Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Jajaran kepolisian, regulator, serta perwakilan Pertamina ketika konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (30/4/2026). (Foto: Pertamina for jatimnow.com)
Jajaran kepolisian, regulator, serta perwakilan Pertamina ketika konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (30/4/2026). (Foto: Pertamina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus penyalahgunaan BBM subsidi dan LPG 3 kg kembali mencuat di Jawa Timur. Dalam empat bulan terakhir, aparat mengungkap 66 kasus dengan potensi kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar. Praktik ilegal tersebut berdampak langsung pada distribusi subsidi energi yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur menemukan berbagai modus dalam penyalahgunaan BBM subsidi. Pelaku memanfaatkan celah distribusi, mulai dari pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi hingga penimbunan dan penjualan kembali dengan harga lebih tinggi.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Penyimpangan juga terjadi pada LPG 3 kg. Tabung subsidi dioplos ke tabung non-subsidi untuk meraup keuntungan. Akibatnya, pasokan di tingkat masyarakat kerap terganggu dan memicu kelangkaan.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing, menyebut kasus BBM subsidi menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan publik.

“Pengelolaan subsidi energi harus transparan dan akuntabel agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga mendukung langkah penindakan tersebut. Perusahaan menilai penegakan hukum penting untuk menjaga distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kg tetap tepat sasaran.

Executive General Manager Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan selisih harga antara BBM subsidi dan non-subsidi menjadi pemicu utama maraknya praktik ilegal.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Ekonom UB: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

Ia mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM dan LPG subsidi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga penyaluran subsidi energi.

“Kami mendukung penuh penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM subsidi dan LPG 3 kg. Sinergi dengan aparat akan terus diperkuat,” katanya.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

Pertamina juga menyiapkan sanksi tegas bagi mitra yang melanggar, mulai dari pembinaan hingga pemutusan hubungan usaha.

Selain penindakan, masyarakat diminta membeli BBM di SPBU resmi dan LPG 3 kg di pangkalan berplang hijau. Tabung harus dipastikan dalam kondisi tersegel untuk menghindari penyalahgunaan.

Laporan dugaan penyimpangan BBM subsidi dan LPG 3 kg dapat disampaikan melalui aparat penegak hukum atau Pertamina Contact Center 135. Peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk menjaga subsidi energi tetap tepat sasaran.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.